Kapolri: Ada Saksi Penting dalam Kasus Penyerangan Novel i

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba untuk menjalani perawatan di RS Jakarta Eye Center, Jakarta, 11 April 2017.

Oleh: Fana Suparman / HA | Senin, 19 Juni 2017 | 19:17 WIB

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan komitmen pihaknya dalam mengusut tuntas kasus teror terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017, namun hingga kini kepolisian hingga belum berhasil mengungkap dan menangkap pelaku teror.

Tito menyatakan, pengusutan kasus ini tidak jalan di tempat. Dikatakan, tim penyidik kepolisian telah mengantongi saksi kunci. Saksi tersebut katanya, berada di tempat kejadian dan melihat langsung pelaku yang menyiram air keras kepada Novel.

"Ada progress yang penting yaitu ada saksi yang diduga melihat pada waktu kejadian, saksi yang menurut kami sangat penting karena melihat kejadian," kata Tito usai bertemu Pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6).

Dikatakan Tito, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 56 orang saksi dan mengonfrontasi para saksi dengan pihak-pihak yang dicurigai. Namun, puluhan saksi tersebut hanya melihat orang-orang yang dicuriga sebelum kejadian. Sementara saksi kunci yang dikantonginya saat ini merupakan orang yang melihat langsung peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel.

"Tapi kalau ini adalah saksi yang melihat pada saat kejadian. Sehingga kita duga saksi ini melihat orang yang tipologi pelakunya, karakternya seperti apa badannya, dan seterusnya. Nah ini bagian penting," ungkapnya.

Tito masih enggan mengungkap identitas saksi tersebut. Menurutnya, saksi kunci itu saat ini sudah dalam perlindungan kepolisian.

"Sampai saat ini saksi sudah kita amankan. Tetap di rumahnya, tapi kita berikan pengamanan. Kepolisian setempat saya tugaskan pengamanan," katanya.

Tito menjelaskan, saksi kunci ini baru diketahuinya lantaran selama ini banyak saksi yang tertutup. Tak jarang, saksi merasa takut akan turut menjadi target jika menyampaikan peristiwa yang dilihatnya.

"Tapi tim tidak berhenti terus mendalami, dan mengolah. Berusaha dari hati ke hati. Dari RT ke RT, orang ke orang, akhirnya ketemu, tambah saksi, tambah saksi, tambah saksi lagi. Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada teman-teman tim yang tidak berhenti ke lapangan mencari informasi. Yang kedua berterima kasih kepada saksi yang bersangkutan, tapi untuk keselamatan yang bersangkutan kami tidak bisa sampaikan siapa itu," ungkapnya.

Novel diketahui diteror oleh dua orang tak dikenal dengan disiram air keras usai menjalani salat subuh di masjid sekitar rumahnya. Akibat serangan teror ini, kedua mata dan kening Novel mengalami luka serius.

Novel sempat dirawat di ICU RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC) hingga akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura pada Rabu (12/4) untuk dirawat intensif. Di Singapura, Novel telah menjalani operasi membran sel terhadap kedua matanya pada Kamis (18/5) lalu.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT