Seleksi Komisioner Komnas HAM

Jimly: 28 Calon yang Lolos Tak Terafiliasi Kelompok Radikal

Jimly Asshiddiqie. (Antara)

Oleh: Erwin C Sihombing / JAS | Selasa, 4 Juli 2017 | 14:55 WIB

Jakarta - Panitia seleksi (Pansel) calon Komisioner Komnas HAM meloloskan 28 nama setelah melalui uji publik dan rekam jejak. Ketua Pansel Jimly Asshiddiqie menyatakan seluruh nama yang dinyatakan lolos sesuai hasil rapat pleno, Senin (3/7), terbebas dari tuduhan berafiliasi dengan parpol atau kelompok intoleran.

"Ke-28 nama ini terbebas dari yang ditakutkan itu, tetapi tentu 28 nama ini belum sempurna juga karena harus ada data yang perlu dikonfirmasi lagi," kata Jimly dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (4/7).

Jimly menyebut, dalam proses seleksi pansel melibatkan instansi pemerintah termasuk masyarakat untuk menjaring nama-nama yang mumpuni termasuk 28 nama yang telah dinyatakan lolos tahapan dialog publik dan rekam jejak.

"Tracking dilakukan dengan jaringan lembaga sosial masyarakat dan juga kami meminta masukan lembaga resmi seperti Kemkumham dan Kejaksaan Agung," ujar Jimly.

Setelah dinyatakan lolos untuk sementara, 28 calon diharuskan mengikuti tahapan selanjutnya yakni uji psikotes yang digelar 17-18 Juli 2017 dan wawancara terbuka pada 19-21 Juli 2017 yang menurut rencana dilakukan di Mahkamah Konstitusi.

Para calon yang dinyatakan lolos berasal dari beragam latar belakang ada yang masih menjabat sebagai komisioner komnas, birokrat, tokoh masyarakat, akademisi, advokat, bahkan purnawirawan TNI.

Mereka adalah Ahmad T Damanik, Amirudin, Anggara, Antonio Pradjasto, Arimbi Herupoetri, Barul Fuad, Beka Ulung, Bunyan Saptomo, Choirul Anam, dan‎ Dedy Askari.

Selanjutnya Fadillah, FX Rudy Gunawan, Hafid Abbas, Hairansyah, Harris Azhar, Imdadun Rahmat, Jones Manurung, Judhariksawan, ‎Munafrizal Manan, dan Norman.

Kemudian Nur Ismanto, Rafendi Djamin, Roichatul, Sandra Moniaga, Sondang Frishka, Sri Lestari, Sudarto, dan Sumedi.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT