Polisi Gagalkan Pemerasan terhadap 3 Wisatawan India

Ilustrasi perampokan (Istimewa)

Oleh: Aries Sudiono / PCN | Selasa, 25 Juli 2017 | 07:49 WIB

Sidoarjo- Tiga orang wisatawan mancanegara (Wisman) warga negara asing (WNA) asal India, masing-masing bernama Vijay Pal (29), Pradeep Kumar (23), dan Gurmeet Singh (16), yang semula hendak berlibur ke Pulau Bali, menjadi korban penculikan, penyekapan, dan perampokan, serta pemerasan tiga tersangka bersaudara, yakni Yasir Arafat (25) beserta isterinya, sebut saja Nani (25) dan kakak iparnya, Andi Muhammad Yusuf (29). Ketiga saksi korban yang semula sengaja turun di Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan berencana akan melalui jalur darat Surabaya-Banyuwangi-Denpasar, Bali, justru menjadi korban aksi kejahatan yang direncanakan Yasir Arafat, sopir taksi yang menawarkan jasanya mengantar hingga ke Bali.

“Dalam aksi kejahatannya, Yasir Arafat tidak sendirian. Ia dibantu isterinya, sebut saja Nani beserta kakak iparnya Andi Muhammad Yusuf, warga Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Yasir sendiri bersama isterinya, tinggal di rumah kontrakan di kawasan Puspoagro, Waru, Sidoarjo,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji, dalam keterangan persnya di Mapolresta Sidoarjo, Senin (24/7) sore.

Berkat laporan saksi korban Vijay Pal yang semula dibuang di Jalan Raya By Pass Krian, Sidoarjo, Satreskrim Polresta Sidoarjo, berhasil meringkus para tersangka dan dua korbannya saat berada di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi saat hendak menyeberang ke Gilimanuk, Tabanan, Bali.

Lebih lanjut diungkapkan, semula ketiga korban setiba di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (15/7) yang lalu, naik taksi yang disopiri Yasir Arafat menuju salah satu hotel di kawasan Bungurasih, Waru, Sidoarjo. Yasir yang beristerikan adik Andi Yusuf Muhammad, mengerti isi percakapan bahasa Inggris ketiga penumpangnya yang hendak berlibur ke Pulau Bali.

Yasir Arafat menawarkan diri siap mengantar mereka ke Pulau Bali dengan tarif murah. Ketiga wisatawan itu menyambut penawaran Yasir dan mereka siap berangkat dari hotel, Minggu (16/7) malam. Terdorong ingin memiliki uang banyak, niat jahat Yasir muncul dan menghubungi kakak iparnya, Andi Muhammad Yusuf di Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember Jember via telepon guna merencanakan pemerasan terhadap ketiga wisatawan India tersebut.

“Yasir sendiri merupakan WNA karena berstatus pengungsi asal Rohingya, Myanmar. Ia yang masuk ke Indonesia tiga tahun lalu, berkenalan dengan Andi Muhammad Yusuf. Yasir ini menjadi adik ipar Andi karena dia menikahi Nani, adik Andi. Yasir dan Nani kemudian tinggal di rumah kontrakan di Puspoagro, Waru, Sidoarjo,” ujar Kapolresta.

Tersangka Yasir Arafat beserta Nani dan Andi, Minggu siang menjemput ketiga korban untuk berpura-pura diajak jalan-jalan mengenal Kota Surabaya. Namun, hanya Vijay Pal dan Gurmeet Singh yang bersedia diajak, sementara Pradeep Kumar memilih tinggal beristirahat di kamar hotel. Dalam perjalanan di Kota Surabaya, Gurmeet Singh diajak turun Nani untuk mencari makan, sedang Vijay Pal dibawa Yasir dan Andi pergi ke arah luar Kota Surabaya menuju Krian, Sidoarjo.

Di tengah perjalanan, Vijay Pal dipukul kepalanya dan uang miliknya sebanyak US$ 3.000 dirampas. Saksi korban dibuang di Jalan Raya By Pass Krian, Sidoarjo. Kedua pelaku kemudian kembali ke hotel, guna menjemput Pradeep Kumar dan Gurmeet Singh yang sudah diajak pulang naik taksi oleh Nani kembali ke hotel. Baik Pradeep maupun Gurmeet Singh kemudian diajak check-out hotel oleh Yasir Arafat dengan alasan sudah ditunggu Vijay di luar hotel.

Namun, kedua saksi korban ketika sudah dalam perjalanan darat keluar dari tol Waru menuju Banyuwangi tidak mampu berkutik ketika mereka malah diancam akan dibunuh jika kembali menanyakan keberadaan Vijay Pal. Selama dalam perjalanan Surabaya-Banyuwangi, mereka hanya duduk terdiam ketakutan. “Menurut pengakuan tersangka dan kedua saksi, sesuai rencana sanderanya diperas dan diminta menghubungi keluarganya untuk mentranser uang tebusan,” ujar Kapolresta.

Kedua saksi korban yang sempat dianiaya ketiga tersangka berhasil diselamatkan Satreskrim Polres Sidoarjo ketika mereka akan dibawa menyeberang ke Gilimanuk via Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Berkat laporan saksi korban Vijay Pal ke Polres Sidoarjo via Polsek Krian.

"Anggota kami berhasil mencegah mobil mereka menyeberang dan mengamankan para tersangka berikut kedua korban,” tandas Kapolresta. Ketiga tersangka dijerat pelanggaran Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT