Nazaruddin: Sandiaga Uno Pemilik DGI

M Nazaruddin (Antara/Wahyu Putro A)

Oleh: Erwin C Sihombing / AB | Kamis, 7 September 2017 | 11:49 WIB

Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin membantah kesaksian mantan Komisaris PT Duta Graha Indah (DGI), Sandiaga Uno yang mengaku tidak memiliki saham di perusahaan tersebut. Nazaruddin menyatakan Sandiaga adalah pemilik korporasi yang telah menjadi tersangka di KPK itu.

"Kalau Sandi saya kenal dia sebagai pemilik Duta Graha, DGI," kata Nazaruddin kepada majelis hakim dalam sidang perkara korupsi dengan terdakwa mantan Dirut PT DGI, Dudung Purwadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/9).

Pengakuan Nazaruddin itu membantah kesaksian Sandi yang disampaikan pada sidang sebelumnya, Rabu (30/8). Dalam kesaksiannya, Sandi mengaku hanya sebagai komisaris biasa dan sama sekali tidak memiliki saham di DGI yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjinering.

Nazaruddin menegaskan bahwa Dudung yang didakwa melakukan korupsi dalam pembangunan wisma atlet dan rumah sakit khusus infeksi dan pariwisata Universitas Udayana, pernah menyebut Sandi sebagai pemilik mayoritas saham DGI.

"Saudara terdakwa pernah menyebutkan malah terakhir mayoritas PT DGI itu sahamnya dipegang Sandiaga Uno," ungkap Nazaruddin.

Nazaruddin membeberkan bahwa Sandiaga pernah diproyeksikan sebagai bendahara umum Partai Demokrat sebelum kongres di Bandung tahun 2010. Namun, kongres akhirnya memutuskan Nazaruddin sebagai bendahara umum.

Dia juga menyebut adanya kesepakatan DGI melalui Sandi yang bakal mendukung pendanaan Anas Urbaningrum sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Hal itu dibahas dalam suatu pertemuan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, yang dihadiri Sandi, Anas dan Nazaruddin.

Dukungan dana yang dimaksud adalah DGI hanya memperoleh 15 persen keuntungan dari setiap proyek yang dikerjakan, sedangkan 25 persen keuntungan disalurkan kepada Permai Grup yang dikelola Nazaruddin.

"Mas Anas mau jadi presiden. Untuk itu kan perlu dana. Salah satu dananya, Sandi bilang dari DGI," beber Nazaruddin.‎

Mengenai pertemuan di Ritz Carlton serta komitmen pembagian keuntungan yang dimaksud Nazaruddin telah dibantah Sandi dalam persidangan sebelumnya. Namun Sandi mengaku kenal dengan Anas Urbaningrum. 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT