KPK Tetapkan Bupati Batubara Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) dan Alexander Marwata (kanan) menyaksikan penyidik memperlihatan barang bukti operasi tangkap tangan terhadap Bupati Batubara di Gedung KPK Jakarta, 14 September 2017. (Antara/Wahyu Putro A)

Oleh: Fana Suparman / PCN | Kamis, 14 September 2017 | 17:57 WIB

Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Batubara, Sumatera Selatan OK Arya Zulkarnaen sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017. Selain OK Arya, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dinas Batubara Helman Hendardi, Sujendi Tarsono selaku pihak swasta dan kontraktor proyek Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang.

Penetapan ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif OK Arya dan keempat orang lainnya yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (13/9).

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan, serta menetapkan lima orang tersangka, yaitu OKA (OK Arya Zulkarnaen), STR (Sujendi Tarsono), HH (Helman Hendardi), MAS (Maringan Situmorang) dan SAZ (Syaiful Azhar)," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9).

OK Arya, Sujendi Tarsono dan Helman Hendardi diduga menerima suap dari Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar terkait tiga proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Batubara. Ketiga proyek itu, yakni proyek tersebut di antaranya pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan oleh PT GMJ dan proyek pembangunan Jembatan Seimagung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT T serta betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar.

Dalam OTT pada Rabu (13/9) tim Satgas KPK juga menyita uang tunai sebesar Rp 346 juta yang diduga merupakan bagian dari janji sebesar Rp 4,4 miliar kepada OK Arya terkait tiga proyek tersebut.

"Disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh bupati Batubara terkait pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara 2017," kata Alex.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, OK Arya, Sujendi Tarsono, dan Helman Hendardi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 KUHP.

Sementara sebagai tersangka pemberi suap, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT