Kejagung Tetapkan Kepala BKKBN Jadi Tersangka

Surya Chandra Surapaty. (Antara)

Oleh: / AB | Jumat, 15 September 2017 | 23:16 WIB

Jakarta - Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat keluarga berencana (KB) tahun anggaran 2014-2015. Dalam kasus ini penyidik telah memeriksa 21 saksi.

"Benar tersangka baru kepala BKKBN," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus, Warih Sadono di Jakarta, Jumat (15/9).

Warih menyebutkan peranan yang bersangkutan dalam kasus tersebut adalah mengintervensi proses pengadaan peralatan KB. Penyidik telah mendapatkan bukti-bukti dan menetapkannya sebagai tersangka.

Pihaknya menjadwalkan pemeriksaan kepala BKKBN pekan depan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp 27,94 miliar.

Kasus itu bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan susuk KB II/implan batang tiga tahunan plus inserter dengan pagu anggaran sebesar Rp 191,34 miliar yang bersumber dari APBN. Saat proses pelelangan berlangsung, penawaran harga yang dimasukkan para peserta lelang ternyata berada dalam satu perusahaan, yakni PT Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang. Akibatnya, harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan mengakibatkan rendahnya tingkat kompetensi.

Sebelumnya penyidik telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Direktur Utama PT Triyasa Nagamas Farma, YW, Direktur PT Djaja Bima Agung, LW, dan seorang pegawai BKKBN, KT pada 4 Juli 2017.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT