Wakapolri: Posisi Indonesia Strategis di AMMTC Filipina

Komjen Pol Syafruddin. (Antara)

Oleh: Hotman Siregar / WBP | Selasa, 19 September 2017 | 13:49 WIB

Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengikuti pelaksanaan ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime ke-11 (AMMTC) di Filipina yang dilaksanakan pada 18-21 September 2017. Acara ini digelar Sekretariat ASEAN secara bergilir sesuai alphabetical.

Mantan Kalemdiklat Polri ini menjelaskan ASEAN Ministerial Meeting on Transnasional Crime (AMMTC) adalah salah satu badan sektoral ASEAN pada pilar ASEAN Political Security Council (APSC), dimana dalam setiap pertemuan dilakukan pada level menteri guna membahas pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional. "Meeting ini dilaksanakan setiap 2 tahun sekali dan tahun 2017 sekarang adalah meeting AMMTC yang ke-11 penyelenggaraannya di Manila, Filipina selaku tuan rumah," kata Syafruddin melalui rilisnya, Selasa (19/9).

Syafruddin merupakan delegasi dari Indonesia. Kehadirannya mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai AMMTC Leader of Indonesia. Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadirkan perwakilan anggota Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Luar Negeri Indonesia serta Kemko Polhukam. "Seluruh negara ASEAN terlibat dalam kegiatan ini ditambah kehadiran Sekretariat Jenderal ASEAN, perwakilan dari ASEANAPOL, pejabat ministerial dari Tiongkok,  Jepang dan Korsel serta Ketua SOMTC negara negara ASEAN," ujarnya.

‎Menurut dia, event ini bertujuan meningkatkan kerja sama kawasan ASEAN dalam bentuk berbagai program dan agenda bersama dalam rangka mencegah, menanggulangi dan memberantas kejahatan transnasional yang sifatnya borderless region.

"Nanti kegiatannya ada working group on counter terorism, SAMMRRVE (Special ASEAN Miniastrial Meeting On The Rise Of Radicalitation and Violant Extrimism), rapat pleno AMMTC dan AMMTC Consultation dengan menghadirkan perwakilan dari Tiongkok, Jepang serta Korsel," jelas dia.

Di samping itu, kata dia, kegiatan working group on counter terorism ini adalah langkah progresif untuk menindaklanjuti finalisasi updating ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terorism (ACPoA on CT) serta menjadi momentum yang penting dalam finalisasi Manila Declaration to combat The Rise of Radicalization and Violent Extremism.

Kemudian, lanjutnya, inisiasi untuk meng-update ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter Terorism ini berdasarkan hasil SOMTC ke-16 yang memberikan mandat kepada Indonesia selaku lead sepherd counter terorism di Asia Tenggara untuk mengembangkan rencana aksi ASEAN yang komprehensif dalam memerangi terorisme yang dielaborasi ASEAN Plan on Counter Terorism

Syafruddin mengatakan, posisi strategis Indonesia adalah mendorong finalisasi kedua draf tersebut sebagai langkah penting penanggulangan radikalisasi dan aksi kekerasan oleh kelompok ekstrimisme yang semakin berkembang secara divergen bahkan berpotensi mengancam keamanan di kawasan ASEAN.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama regional dan internasional baik yang bersifat goverment to goverment (G to G) atau antarkelembagaan dapat mewujudkan keamanan yang baik dalam rangka mendukung berbagai agenda pembangunan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Indonesia. "Secara organisasional, agenda ini akan berkontribusi positif dalam sinergi pemberantasan, upaya mitigasi, serta memberikan solusi yang komprehensif untuk menanggulangi kejahatan transnasional yang sangat merugikan negara, bangsa dan masyarakat Tanah Air," katanya.

Wakapolri Komjen Syafruddin tiba di Bandar Udara Villamore Air Force Based Manila yang disambut oleh Kadiv Hubinter Polri Irjen Syaiful Maltha, Ses NCB Interpol Polri Brigjen Napoleon Bonaparte serta Wakil Duta Besar RI untuk Filipina Ibu Budi Dewajani.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT