Tak Gentar, Sures Tantang Eggi di Pengadilan

Eggi Sudjana (kanan) (Beritasatu.com/Farouk Arnaz)

Oleh: Farouk Arnaz / FMB | Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:31 WIB

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (DPN Peradah) D Suresh Kumar tak gentar dengan upaya advokat Eggi Sudjana yang melaporkan balik dirinya.

Sures yang kembali mendatangi Bareskrim Polri Kamis (9/10) meneguhkan langkahnya melaporkan Eggi dengan pasal penistaan agama sebagaimana yang diatur dalam 156a KUHP.

"Laporan kita kan sudah sampai di sini di Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim. Ini sedang berproses satu dua hari ini kita berharap (saksi) bisa diperiksa," kata Suresh.

Sures tak ambil pusing terkait langkah Eggi melaporkan dirinya. Bahkan kalau mereka yang diminta Eggi untuk meminta maaf, menurut Sures, mungkin Eggi perlu mengingat lagi kejadiannya.

"Kalau beliau yang minta maaf, sebagai umat manusia, dan sama-sama punya Tuhan, tentu kita maafkan. Kalau kita yang minta maaf rasanya kurang tepat, kan kita yang dirugikan," urainya.

Kalau, masih kata Sures, Eggi melapor karena merasa nama baiknya tercemar, maka itu hak Eggi untuk melapor. Nanti ada proses pembuktian dan dia juga sedang mengkaji dan memikirkan apakah dia akan melaporkan kembali setelah dilaporkan Eggi itu.

"Sudah benar dia (Eggi) menggunakan hak konstitusionalnya, tapi tepat tidak tepatnya, itu yang perlu dipertimbangkan," imbuhnya dan menambahkan dia tak mau berdebat dengan dalil Eggi.

Sures kembali menggarisbawahi jika yang membuat pihaknya meradang adalah soal pernyataan Eggi usai sidang kepada wartawan di Mahkamah Kontitusi terkait Perppu Ormas. Video pernyataan itu tersebar luas.

"Dikatakan kalau Perppu Ormas disahkan maka ada lima agama yang dibubarkan (karena tidak sesuai Pancasila). Beliau juga sebut merek agamanya. Ini bahaya, di lempar ke publik seolah-olah Pancasila tidak pas untuk agama-agama ini," sambungnya.

Bagi Sures sah saja Eggi berpandangan seperti itu dengan keilmuan dia. Tapi adalah sah juga pihaknya punya perspektif berbeda.

"Maka itu nanti semua tinggal dibuktikan di pengadilan," tutupnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT