Pascapenindakan, Polri Berupaya Perbaiki Sistem

Tito Karnavian. (Antara)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / WBP | Senin, 16 Oktober 2017 | 15:33 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap dikritik karena tak berhasil melakukan upaya pencegahan korupsi dan terlalu sibuk pada proses penindakan. Hal berbeda dilakukan Polri yang berupaya memperkuat pencegahan korupsi.

Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di hadapan rapat gabungan Komisi III DPR, Senin (16/10). "Pascapenindakan, banyak yang‎ dilakukan Polri. Dilakukan langkah-langkah memperbaiki sistemnya," kata Tito.

Langkah yang dimaksud di antaranya ketika selesai operasi tangkap tangan (OTT), polri melakukan kerja sama dengan institusi yang ditindak. Hal itu terlihat ketika polisi melakukan OTT pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Sumatera Utara dan Jawa Timur. Saat itu, Polri melakukan pendekatan dan kerja sama dengan Kementerian Agraria/BPN untuk memperbaiki sistem pelayanan. "Kita dorong inspektorat memperbaiki sistem, mengurangi pertemuan masyarakat yang mengurus sertifikat dengan petugas. Sambil diawasi. Kalau masih ada, kita hit lagi," kata Tito.

Di beberapa kabupaten, kata Kapolri, pihaknya juga mendorong perubahan aturan yang membuka peluang korupsi. Misalnya di Kabupaten Subang, aturan pemotongan dana Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) diubah. Di Bandung, Polri mendorong aturan agar dibuat pelayanan satu pintu berbasis online sehingga menghilangkan pungutan liar (pungli).

Adapun di Kementerian Perdagangan, Polri mendorong pengaturan harga dan kuota impor komoditas. Sementara pasca- OTT pimpinan PT Garam, Polri kembali masuk dan menjelaskan celah potensi koruptif di sektor itu. Lalu memberi rekomendasi agar Kementerian Perdagangan (Kemdag) mengidentifikasi produk garam. Oleh Kemdag, Polri diminta membantu impor garam.

"Kita diminta juga bantu mengawasi lahan produksi garam 4.800 hektare di NTT (Nusa Tenggara Timur) yang berpotensi ada pungli. Jadi intinya, ada langkah penindakan dan pencegahan, ada hit and approach yang kita lakukan," katanya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT