Kasus Amdal Transmart, KPK Periksa Anggota Komite Eksekutif PSSI

Kasus Amdal Transmart, KPK Periksa Anggota Komite Eksekutif PSSI
Ilustrasi korupsi. ( Foto: ist )
Fana Suparman / WBP Selasa, 7 November 2017 | 17:24 WIB

Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa anggota Komite Eksekutif PSSI, Yunus Nusi, Selasa (7/11). Yunus dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Transmart di Cilegon. Pemeriksaan untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Tubagus Donny Sugihmukti, Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TDS (Tubagus Donny Sugihmukti)," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti kaitan petinggi PSSI ini dengan kasus suap pengurusan izin pembangunan mal di Cilegon. Diduga, Yunus diperiksa terkait pendanaan klub sepakbola. Hal ini lantaran KPK menemukan modus baru di praktik suap izin Transmart di Cilegon yakni suap yang diterima Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi dilakukan PT KIEC dan PT Brantas Abipraya melalui dana CSR kepada Cilegon United Football Club.

Selain Yunus, penyidik juga memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permuahan Rakyat Kota Cilegon, Nana Sulaksana. Seperti halnya Yunus, Nana juga akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Tubagus Donny Sugihmukti.

Selain Tubagus Donny Sugihmukti dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi; Kepala BPTPM Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira; dan seorang bernama Hendry sebagai tersangka. Tak hanya itu, status tersangka juga disematkan KPK kepada Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro dan terakhir Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo.

Diduga Iman bersama Ahmad Dita Prawira telah menerima suap Rp 1,5 miliar dari PT KIEC dan PT Brantas Abipraya. Suap ini bertujuan untuk memuluskan proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Transmart yang akan dibangun di Lapangan Sumampir, Jalan Yasin Beji, Kebon Dalem, Kota Cilegon. Tindak pidana suap ini dilakukan PT KIEC dan PT Brantas Abipraya melalui dana CSR pada Cilegon United Football Club. Saat penangkapan, penyidik menyita uang tunai Rp1,125 miliar dari perjanjian R p1,5 miliar.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Iman dan Ahmad Dita sebagai pihak penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara, Hendry, Tubagus Donny, Eka Wandoro dan Bayu Dwinanto sebagai pihak pemberi dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE