KPK dan Kemtan Sepakati Pembentukan Tim Gabungan

Amran Sulaiman. (Antara)

Oleh: Fana Suparman / FER | Kamis, 7 Desember 2017 | 19:22 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Pertanian (Kemtan) bakal membentuk tim gabungan untuk menyelesaikan persoalan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit yang tumpang tindih.

Pembentukan tim ini merupakan salah satu poin dari pertemuan antara Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman dan pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/12) siang.

Baca Juga: Mentan Temui Pimpinan KPK Bahas Persoalan di Sektor Perkebunan

Juru bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah, mengatakan, pertemuan Mentan Amran dengan KPK merupakan tindak lanjut dari kajian yang pernah dilakukan KPK sebelumnya. Tim yang bakal dibentuk Kemtan dan KPK ini juga akan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Menurut Febri, tim gabungan ini nantinya bertugas menyelesaikan persoalan tumpang tindih HGU perkebunan sawit yang masuk hutan lindung dan konservasi.

"Mentan dan KPK akan membentuk tim yang melibatkan KLHK dan ATR untuk menyelesaikan masalah tumpang tindih HGU sawit yang masuk ke hutan lindung dan kawasan konservasi," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/12).

Selain itu, kedua institusi juga bersepakat untuk membangun pusat data (database) perkebunan rakyat. Hal ini dilakukan melalui pendataan sawit rakyat.

"Database ini penting untuk perbaikan bantuan pemerintah ke perkebunan sawit rakyat. Kami juga mengawal implementasi perkebunan sosial dan tora atau tanah objek reformasi agraria," katanya.

Sementara itu, Amran menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi sawit terutama sawit perkebunan sawit rakyat. Selain itu, tim yang dibentuk bersama KPK dan Kemtan dengan mengandeng KLHK dan Kementerian ATR bertugas untuk menyelesaikan persoalan sawit yang berada di areal hutan produksi.

"Ini yang kita bahas fokus dengan KPK, Kementerian ATR, Kehutanan kemudian dari pajak. Insya Allah mudah-mudahan ke depan bisa kita menemukan solusi yang terbaik untuk saudara-saudara kita petani kelapa sawit seluruh Indonesia," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT