Korupsi SKL BLBI, KPK Cegah 7 Saksi Bepergian ke Luar Negeri

ilustrasi KPK (berita satu)

Oleh: Fana Suparman / FMB | Kamis, 7 Desember 2017 | 20:49 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah tujuh orang saksi kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) bepergian ke luar negeri. Surat cegah ketujuh saksi ini telah dilayangkan KPK kepada Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi Kemkumham).

Jubir KPK, Febri Diansyah menyatakan, ketujuh saksi itu berasal dari unsur swasta. Para saksi tersebut yakni, Herman Kartadinata; Yusuf Swasya; Mulyadi Gozali; Feri Laurentinus; Gozali; Laura Raharja; dan Maria Veronika.

"Terkait proses penyidikan kasus SKL BLBI, dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap tujuh saksi," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/12).

Febri memaparkan, surat pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap ketujuh saksi dilayangkan KPK kepada Ditjen Imigrasi secara terpisah dalam kurun bulan November dan Desember 2017. Para saksi itu dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan. Pencegahan ini dilakukan KPK agar para saksi tidak berada di luar negeri jika sewaktu-waktu tim penyidik membutuhkan keterangan mereka terkait proses penyidikan dengan tersangka mantan Kepala BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT).

"Pencegahan ke luar negeri untuk kepentingan penyidikan," terang Febri.

Terkait kasus ini, KPK telah menetapkan Syafruddin sebagai tersangka. Syafruddin ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menyalahgunakan kewenangan terkiat penerbitan SKL BLBI untuk BDNI. Akibatnya, keuangan negara ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 4,58 triliun.‎




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT