Ilustrasi bom molotov.
Dana pengeboman bom bunuh diri itu berasal dari hasil meretas (hacking) situs Multi Level Marketing (MLM).

Penyelidikan kasus meledaknya bom Gereja Kepunton, Solo pada 25 September 2011 menemukan fakta baru.

Dana pengeboman bom bunuh diri itu berasal dari hasil meretas (hacking) situs Multi Level Marketing (MLM) yang bergerak di investasi online. Hasil dana hacking juga digunakan untuk menggelar latihan paramiliter di Poso dan Palu.
 
"Hacking dilakukan tersangka yang sudah kita tangkap dan resmi berstatus tersangka atas nama Umar alias Udin. Dia juga punya nama lain yakni  Rizki alias Ronny alias Ronny Setiawan alias Umar Amiruddin. Nama  aslinya Rizki Gunawan bergelar Amd," kata sumber penyidik yang minta dirahasiakan namanya saat dihubungi hari ini.

Rizki  juga ikut latihan militer pada Januari- Februari 2011 dibawah pimpinan Santoso (masih buron) di Sulawesi Tengah. Rizki punya keahlian merakit bom dan senjata api.

"Dalam latihan itu dia juga memberi dukungan dana sebesar Rp 225 juta yang didapat dari hacking. Uang itu untuk pembelian senjata api dan operasional kegiatan latihan Paramiliter di Poso dan Malino, Sulawesi Tengah," tambah sumber  itu.

Santoso adalah buron dalam kasus penyerangan dan perampokan bersenjata di Bank Central Asia (BCA) Palu tanggal 25 Mei 2011 yang menewaskan dua anggota Polri dan seorang lagi luka berat.

Santoso juga Komandan Tim Asykari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Wilayah Poso dan Palu meski selalu  dibantah pengurus JAT.

Santoso juga diketahui telah enam kali mengadakan Latihan Paramiliter di Poso dan Malino Morowali, Sulawesi Tengah. Ini adalah di kamp baru setelah latihan paramiliter di Aceh yang  digelar Januari-Februari 2010 dibongkar polisi.

Selain Rizki, empat tersangka dalam kasus bom gereja Solo yang sudah resmi menjadi  tersangka adalah Andri alias Hendrik, Dedi Irawan, Abu Dafa, dan Agus.

Bom  Solo meledak pada 25 September 2011 di Gereja Kepunton, Jl Arif Rahman Hakim. Pelaku bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah, Pino Damayanto alias  Hayat yang juga terkait dengan bom di Mapolres Cirebon yang diledakan Muhammad Syarif. Keduanya terkait dengan Jamaah Anshoru Tauhid Cirebon  kendati berulangkali dibantah.


Penulis: