Ilustrasi senjata api
Sudah melebihi kuota yang ditetapkan, sehingga tidak terkontrol lagi.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane, meminta pemerintah dan polisi serius menangani kasus peredaran senjata api. Pemberian izin harus dihentikan, dilakukan penarikan, dan operasi besar-besaran.

"Jadi  kalau kita lihat data-data kejahatan baik yang dilansir polisi dan media massa, hampir setiap minggu ada tindak kejahatan yang menggunakan  senjata api. Kenapa makin marak, karena pemerintah dan polisi memberikan izin kepada sipil memiliki senpi. Selain itu, tingkat penjualan senpi ilegal pun berkembang," ujar Neta kepada Beritasatu.com, Sabtu (9/6).

Dikatakannya, Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2010, tentang jenis dan tarif  atas penerimaan negara bukan pajak (PNBP), di dalamnya diatur memberikan izin dengan tarif satu senjata Rp1 juta.

"Akibatnya, banyak warga sipil pegang senjata api. Ketika sipil pegang senpi, yang lain ikut-ikutan. Kalau dia bisa kenapa saya tidak. Sehingga banyak permintaan. Penjualan senpi ilegal baik rakitan maupun selundupan pun tumbuh berkembang, seperti jamur dimusim hujan," tambahnya.

Neta mengungkapkan, peredaran senpi legal sudah melebihi kuota yang ditetapkan. Sehingga, tidak terkontrol lagi. 

"Kuota  pemberian izin seluruh Indonesia seharusnya sekitar 2.600 senpi. Tapi faktanya, ada 18.030 pucuk senjata yang dikeluarkan, jadi tidak  terkontrol," tegasnya.

Neta mengimbau, seharusnya polisi dan  pemerintah tidak lagi memberikan izin kepemilikan, senjata yang ada ditarik, dan dilakukan operasi besar-besaran. Harus serius mengatasi peredaran senpi yang kian berkembang.

"Pemerintah dan polisi harus segera mengeluarkan kebijakan melarang sipil memiliki senpi,  kemudian melakukan penarikan, dan operasi besar. Sejauh ini belum pernah  ada operasi yang serius. Pada jaman orde baru ada yang namanya Operasi Sapu Jagat, dilakukan pencabutan kepemilikan senjata termasuk milik  purnawirawan. Jaman Sutanto, pernah diberlakukan peraturan sipil tidak  boleh pegang senpi dan pada saat itu tingkat kriminalitas menurun," tutupnya.

Penulis: