Politikus Partai Demokrat Saan Mustopa (tengah)
Saan mengatakan tidak tahu hubungan Bertha dengan Nazaruddin dan Neneng Sri Wahyuni.

Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat bakal segera memproses Bertha Herawati, pengurus di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai itu yang dicekal oleh Kementerian Hukum dan HAM sejak 13 April silam.

"Di DPP bidang Komisi Pengawas tentu akan bekerja," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa di gedung Nusantara I, Senayan, Jumat (22/6).

Saan menambahkan jarang melihat Bertha di DPP. Sepengetahuan anggota Komisi III ini, dia tercatat sebagai pengurus pleno dalam sekretariat pemberdayaan perempuan DPP. Saan mengatakan tidak tahu hubungan Bertha dengan Nazaruddin dan istrinya, Neneng Sri Wahyuni.

"Kami serahkan saja pada mekanisme hukum, mungkin punya rasionalisasi," kata dia lagi.

Bertha belum memberikan klarifikasi kepada partai.

April lalu, Bertha dicegah oleh Kementerian Hukum dan HAM setelah sebelumnya diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi yang mengaku mengenal dua warga Malaysia yang ditengarai membantu pelarian Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin yang menjadi tersangka dalam kasus Pembangkit Listri Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Penulis: /FER