Ilustrasi-Densus 88
Detasemen Khusus (Densus) 88/Anti Teror Mabes Polri menangkap dua orang terduga teroris di Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (12/7).

Salah satu di antaranya berinisial N yang dicari dalam kasus penembakan dua anggota polisi di depan kantor Bank BCA, Jalan Emi Saelan, Palu pada tahun 2011.

"Kami menangkap seorang tersangka berinisial N . Perannya terkait kasus  penembakan anggota di BCA Palu dan pelatihan para militer di Poso.  Sementara satunya, A, masih kita dalami perannya," kata penyidik  Densus 88/Mabes Polri yang tidak mau disebut namanya.

Kedua orang ini ditangkap di depan Pasar Sentral Poso, Jalan Sumatra, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 08.30 WITA.

N berasal dari Kelurahan Gebangrejo, Poso -- yang dimasa lalu menjadi basis Jamaah Islamiah -- dan A adalah warga Desa Kilo, Kecamatan Pesisir Utara, Poso. Dua pria ini diduga  sebagai anggota Jamaah Ansoru Tauhid (JAT) Poso.

Penangkapan keduanya adalah pengembangan dari penangkapan Rizki Gunawan awal Mei lalu. Rizki adalah hacker (peretas) situs MLM untuk mencari dana  terorisme.

Rizki juga memberi dukungan terhadap kegiatan pelatihan para militer di Poso senilai Rp667 juta bersama tersangka lain bernama Cahya Fitrianta yang juga telah ditangkap.

Rizki juga terlibat membiayai pengeboman Gereja Kepunton, Solo pada 25 September 2011.

Lalu ia juga ikut latihan para militer pada Januari-Februari 2011 di Poso  dan Malino di bawah pimpinan Santoso (masih buron) di Sulawesi Tengah.  Rizki punya keahlian merakit bom dan  senjata api.

Santoso adalah buron dalam kasus penyerangan dan perampokan bersenjata di Bank Central Asia (BCA) Palu tanggal 25 Mei 2011 yang menewaskan dua anggota Polri dan seorang lagi luka berat.

Santoso juga Komandan Tim Asykari  JAT Wilayah Poso dan Palu meski selalu dibantah pengurus JAT. Dia diketahui telah enam kali mengadakan latihan para militer.


Penulis: