Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar
Terpidana 18 tahun, Antasari Azhar menjalani hari-harinya di Lapas Tangerang. Ini kisahnya yang dituturkan putri keduanya.

Lelaki berusia 59 tahun itu tampak gemuk. Raut mukanya tak menunjukkan ia sedang berada di penjara. Badannya sedikit tambun. Sedikit lebih berat ketimbang saat lelaki itu memimpin lembaga penegak hukum paling disegani bernama Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lelaki itu adalah Antasari Azhar, mantan ketua KPK yang sudah satu tahun lebih melewati hari demi hari di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang. Ia terpaksa melakoni vonis pengadilan yang menghukumnya penjara selama 18 tahun. Antasari dianggap sebagai otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran. Antasari terbukti melanggar pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto pasal 55 ayat 1 ke-2, juncto pasal 340 KUHP. 

Vonis Antasari lebih berat daripada vonis Kombes Pol Williardi Wizard yang divonis 12 tahun dan Sigid Haryo Wibisono yang divonis 15 tahun penjara. Palu vonis Antasari ini diketok pada 11 Februari 2010 yang disaksikan langsung istrinya, Ida Laksmiwati dan dua putrinya, Andita Diacnotora Antasariputri dan Ajeng Oktariefka.

Antasari jelas melawan putusan ini. Ia dan kuasa hukumnya mengajukan banding hingga mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Di Pengadilan Tinggi Jakarta pengajuan banding Antasari ditolak. Demikian juga jalur terakhir mencari keadilan di meja Mahkamah Agung juga ditolak. ˜

PK Antasari turun pada 13 Februari 2012. Novum yang diajukan berupa foto Nasrudin Zulkarnaen, yang tertembak vertikal dari atas ke bawah, sementara luka pada korban horizontal tak dipertimbangkan. Juga mengenai anak peluru yang di pengadilan seolah dua anak peluru dari satu senjata. Padahal ahli balistik menyatakan itu dari dua senjata yang berbeda, juga tak dipertimbangkan.

Alhasil Antasari harus menjalani seluruh hukuman. Kalau dihitung sejak ia diperiksa, ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan, pada 4 Mei 2009, terhitung hari ini (Senin, 5/8) Antasari telah menjalani 3 tahun, 3 bulan, 1 hari.  Hanya keajaiban, selain remisi, yang membuat Antasari keluar dari penjara lebih cepat.

Menjadi Pembina Napi
Semula Antasari ditahan di tahanan Polda Metro Jaya hampir setahun lebih. Baru pada 03 Januari 2011 ia dipindahkan ke Lapas Tangerang. Ia menempati lantai dua Blok G.  Di kanan kiri selnya ada Putranefo Alexander Prayugo yang divonis tujuan tahun dalam kasus korupsi program revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan (Dephut) tahun 2006-2007, dan  Al Amin Nasution yang dijerat kasus alih fungsi lahan. Tahanan lain di sebelah Antasari ada tiga orang yaitu kasus narkoba dan perampokan.

Menurut penuturan Ajeng Oktariefka, putri kedua dari dua bersaudara pasangan Antasari Azhar dan Ida Laksmiwati ini meski dipenjara ayahnya tampak lebih gemuk. Ini tak lepas dari makanan sehari-hari yang dikirim dari rumah. "Nasi sudah mulai dikurangi. Sekarang agak gendutan jadi mengurangi karbohidrat," kata Ajeng kepada Beritasatu.com beberapa waktu lalu di Serpong.

Antasari paling suka makanan asal Palembang, seperti lempa. Makanan dari ikan tengiri goreng yang dimasak bumbu kuning, pakai nanas. Penjara tak sepenuhnya mencabut kesempatan Antasari memakan yang diinginkan. Pernah satu kali tiba-tiba Antasari ingin makan Bakmie GM dan Susi.  "Pernah nitip Bakmi GM dan Sushi Tei.  Jadi kita beli untuk di makan sekeluarga di penjara  sambil besuk," ujar Ajeng.

Antasari melewati hari demi hari di penjara dengan kesibukan. Aktifitas sehari-hari dillalui dengan tertib. Dari pagi sampai jam lima sore ada kesempatan untuk keluar kamar sel. Hanya pukul dua siang ia wajib mengikuti apel. Selebihnya waktunya dihabiskan untuk membina napi. Apalagi ia didapuk menjadi pemuka pembinaan napi. "Papa di dalam seperti kerja. Banyak napi yang buta hukum, konsultasi hukum. Ditanya soal bukti, proses pengadilan dll," tutur Ajeng.

Antasari juga disibukkan dengan kolam lele yang dikelola para napi. Hasil ternak lele ini dijual ke luar untuk menambah penghasilan napi. Ada juga kegitan membuat kerajinan dari koran untuk dijadikan motor, Harley Davidson, tempat tisu dan lainnya. Bahkan Antasari juga menjadi pembina Pramuka di Lapas. Tak heran tahun ini ia menerima remisi empat bulan.

Penjara Antasari tak seperti penjara Ayin alias Artalyta Suryani yang penuh dengan barang-barang mewah. Juga tak seperti dengan penjara bekas ketua PSSI Nurdin Halid di Cipinang yang bisa menyewa ruang kantor pegawai LP sebagai tempat tidur dan ruang rapat PSSI. Di penjara Antasari satu televisi untuk satu blok. Tak ada handphone seperti kisah napi kaya dan napi bekas pejabat lainnya.

Penulis: