Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kanan) dan Hakim Konstitusi Akil Mochtar memberikan keterangan pers soal sikap MK dan Hakim Konstitusi terhadap hasil investigasi atas kasus dugaan suap terhadap Hakim Konstitusi di gedung MK, Jakarta, Jumat (10/1

Yang dilaporkan Ketua MK Mahfud MK adalah percobaan penyuapan terhadap hakim MK bukan penyuapan terhadap hakim MK

Laporan dugaan percobaan penyuapan terhadap hakim Mahkamah Konstitusi akan diprioritaskan penanganannya oleh KPK. Dua pimpinan KPK, Haryono Umar dan M. Jasin sudah membuat kesepakatan untuk mempriotaskan perkara yang baru dilaporkan hari ini.
 
"Tadi, saya dan Pak Haryono Umar sepakat ini menjadi prioritas untuk segera kita lakukan pengkajian. Agar jelas ke masyarakat karena ini mendapat perhatian," kata Wakil Ketua KPK M. Jasin.
 
Menurut Jasin, meski dijadikan prioritas, namun laporan dari Ketua MK Mahfud MD tersebut tetap melalui prosedur seperti laporan lainnya. Direktur Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat terlebih dahulu akan melakukan pengkajian dan penelitian. Hal itu dimaksudkan agar jelas duduk perkaranya seperti apa dan apakah bisa dinaikan statusnya ke penyelidikan atau tidak.

“Tergantung kelengkapan informasi yang diterima. Apa kasusnya benar percobaan penyuapan atau tidak nanti tergantung hasil kajian dan analisis PPIM," kata Jasin lagi.

Hari ini Mahfud melaporkan percobaan penyuapan kepada Hakim MK. Mahfud datang ke kantor KPK didampingi oleh Hakim Konstitusi AKil Muchtar. Mahfud menyerahkan barang bukti berupa hasil laporan Tim Investigasi Mafia Perkara di MK.
 
Mahfud meluruskan kabar yang beredar di masyarakat selama ini bahwa seolah-olah yang dilakukan MK adalah melaporkan dugaan penyuapan terhadap hakim MK. "Tidak ada dugaan penyuapan di MK. Yang kami sekarang lakukan ini adalah melaporkan adanya percobaan penyuapan terhadap hakim MK,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, tiga orang yang dilaporkan ke KPK. Ketiganya diduga mengetahui adanya percobaan penyuapan. Laporan tersebut berdasarkan hasil laporan tim investigasi yang diketuai Refly Harun. Ketiga orang yang dilaporkan tersebut adalah Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, bersama dengan dua pengacaranya yakni Refly Harun dan Maheswara Prabandono.

Mahfud menambahkan bahwa hasil laporan tim investigasi tidak menemukan adanya dugaan penyuapan ke hakim. Justru yang ditemukan adalah adanya orang yang akan mencoba menyuap hakim.  “Laporan ini sebagai tanggungjawab dan konsistensi saya bahwa kasus ini akan dibawa ke ranah hukum, apapun temuan tim," kata Mahfud.

Sementara itu Akil mengatakan hasil laporan investigasi berkaitan dengan adanya upaya penyuapan tersebut merupakan domain KPK. Dia berharap agar KPK bisa membuat perkara tersebut menjadi terang. “Jika ada percobaan suap lantas uang itu lari kemana? Diterima oleh siap? Berhubungan dengan kasus yang mana? Dan yang ditangani soal apa?,” kata Akil.
 
Akil mengatakan, dalam laporan tim investigas disebutkan bahwa ada suatu peristiwa yang diketahui oleh tiga orang yang kemudian dilaporkan MK ke KPK. Ketiga orang itu mengetahui adanya sejumlah uang yang akan diberikan  kepada hakim.

 

Penulis:

Sumber:-