Bahasyim Assifiie saat menjalani sidang pembacaan vonis oleh majelis hakim di PN Jakarta Selatan, 2 Februari 2011.

Mantan jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta itu diduga menerima suap US$ 50 ribu dari Keluarga Bahasyim.
 
Kejaksaan Agung memastikan penyelidikan terhadap eks asisten pidana khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Hidayatullah yang diduga menerima suap dalam kasus Bahasyim Assifie masih dalam proses.

"Kalau terbukti [menerima suap] ya akhirnya [kena pasal] pidana," kata Jaksa Agung, Basrief Arief, usai salat Jumat di Kejaksaan Agung, hari ini.

Hidayatullah diduga menerima US$ 50 ribu untuk mengatur dakwaan Bahasyim dan menentukan jaksa penuntut dan peneliti dalam kasus pegawai pajak tersebut. Namun menurut Basrief, belum ada indikasi pihak Keluarga Bahasyim menyuap jaksa penuntut, dan tim pengawas masih menyelidiki kasus tersebut.
 
Marwan membantah
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendy menambahkan pemeriksaan terhadap Hidayatullah hanya seputar rencana tuntutan bukan berkaitan penyusunan dakwaan Bahasyim.

Hidayatullah kini menjabat sebagai wakil kepala Kejaksaan Tinggi Lampung. Marwan menepis isu Hidayatullah kembali ke Jakarta untuk "mengurus" rencana tuntutan Bahasyim. "Kan baru isu orang. Kamu yang isukan," katanya.

Penyelidikan Tim Kejaksaan Agung dalam kasus ini, berawal dari tertundanya pembacaan tuntutan Bahasyim hingga tiga kali. Marwan pernah mengatakan, Tim Pengawasan menerima pesan singkat yang menyebutkan ada pertemuan antara Keluarga Bahasyim dan jaksa penuntut di Tebet, Jakarta Selatan. Keluarga Bahasyim disebut-sebut menyerahkan uang US$ 50 ribu.
 
Uang itu diduga digunakan untuk menuntut Bahasyim lima tahun penjara sebagaimana terungkap dalam rencana tuntutan Bahasyim. Rabu lalu, majelis hakim PN Jakarta Selatan menvonis Bahasyim dengan hukuman 10 tahun penjara.

Penulis:

Sumber:-