Johan Budi
Perekrutan penyelidik menjadi penyidik merupakan langkah untuk menyiasati kekurangan sumber daya penyidik akibat penarikan 20 penyidik oleh Polri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekrut penyelidik internal lembaganya untuk ditempatkan menjadi penyidik.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan perekrutan penyelidik menjadi penyidik merupakan langkah untuk menyiasati kekurangan sumber daya penyidik akibat penarikan 20 penyidik oleh Polri.

"Sementara kasus-kasus yang ditangani KPK semakin banyak, semakin banyak yang ditangkap, semakin banyak juga memerlukan tenaga penyidik," kata Johan di kantor KPK, hari ini.

Menurut Johan, penyelidik yang direkrut berasal dari direktorat lain di KPK  yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk melaksanakan tugas sebagai seorang penyidik. Johan mengatakan KPK mencari 30 penyidik baru. 

Sementara, untuk angkatan pertama yang mengikuti proses seleksi ini ada  30. Saat ini, kata Johan, proses seleksi baru sampai pada seleksi  administratif.

"Angkatan pertama ini 30. Tentu belum tentu kita ini dapat 30 juga meskipun ini dari internal di KPK. Jadi kemungkinan prosesnya membutuhkan sekitar dua bulan," kata Johan.

KPK menerima surat pemberitahuan dari Polri yang isinya penarikan 20  penyidik KPK. Penarikan tersebut didasari berakhirnya masa tugas 20 orang penyidik di KPK.

Sebanyak 20 penyidik yang tidak diperpanjang masa tugasnya di KPK adalah Yudhiawan Wibisono, Muh Iqram, Cahyono Wibowo Adri Efendi, John C.E Nababan, Hendri N Christian, Sugianto, Gunawan, Djoko Poerwanto, dan Rizka Anungnata. Ada juga Bhakti Eri Nurmansyah, Indra Lutrianto Amstono, Rilo Pambudi, Idodo Simangunsong, Bambang Sukoco, Ferdy Irawan Ardi Rahananto, Muhammad Agus Hidayat, Wahyu Istanto Bram Widarso, dan Susilo Edy. 

Terdapat 12 orang yang baru bekerja di KPK selama satu tahun, tujuh orang sudah enam tahun tujuh bulan, dan sisanya bekerja selama enam tahun.
 

 


Penulis: /FEB