Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah ruangan sekretariat Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di DPR, antara lain ruang kerja, sekretariat dan ruang pimpinan Badan Anggaran, serta ruang kerja anggota Badan Anggaran Wa Ode Nurhayati.. FOTO :  Ismar Patrizki/ANTARA
Pengangkatan 28 penyidik menjadi pegawai tetap KPK itu sudah dilaporkan ke Polri sejak kemarin.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyatakan KPK telah resmi mengangkat 28 orang penyidik Polri sebagai pegawai tetap mereka.

"28 itu sudah diberi SK (Surat Ketetapan) oleh pimpinan KPK. Sudah disampaikan ke Mabes Polri, kemarin siang," kata Busyro, di kantor KPK, Jakarta, hari ini. 

Busyro mengatakan pengangkatan 28 penyidik Polri sebagai pegawai tetap KPK sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 7 Peraturan Pemerintah No.63/2005.

"Ini kan kami angkat sudah berdasarkan peraturan hukum. Boleh mengangkat penyidik sendiri. Jadi penegak hukum pastilah mengakui legalitasnya," ungkap dia.

Meski sudah sesuai dengan peraturan yang ada, namun tetap saja, Busyro mengatakan KPK harus mencari cara terkait proses pengunduran diri para penyidik Polri itu dari institusinya.

Sebelumnya, sebanyak 20 penyidik Polri diminta untuk kembali ke institusinya. Sebanyak 15 orang sudah meninggalkan KPK, sementara  lima sisanya masih berkeinginan untuk bekerja di KPK.

Terkait hal ini, Busyro mengatakan lima orang mau menjadi penyidik tetap KPK. "Yang lima itu kalau melihat sikapnya itu sudah cenderung permanen di sini," ujar dia.

Guna menutupi kekurangan penyidik, KPK saat ini tengah melakukan rekrutmen terhadap penyidik baru. Proses rekrutmen sudah sampai pada seleksi administrasi.

Para penyidik independen itu diambil dari internal KPK, yaitu dari para penyelidik dengan latar belakang dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Penulis: