Gedung Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (FOTO: JG Photo/Afriadi Hikmal)
Apabila KPK memutuskan tidak menangani kasus ini, polisi baru akan bergerak kembali.

Mabes Polri memutuskan tak melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi plat nomor di Korps Lalu Lintas (Korlantas) untuk memberi kesempatan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apabila KPK tidak menangani kasus ini, polisi baru akan bergerak kembali.

"Belum ada tersangkanya. Biarkanlah  penyidik KPK untuk menyelesaikan masalahnya, kita tidak akan melanjutkannya dulu. Apakah mereka (KPK) nanti yang melakukan penyidikan, kita lihat. Kita tunggu juga hasil audit BPK dalam kasus ini," kata Kabareskrim Komjen Sutarman, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/11).

Sutarman menjelaskan yang dimaksud dengan menunggu KPK untuk menyelesaikan masalah adalah penyelesaian kasus dugaan korupsi pengadaan Simulator SIM. Dalam kasus itu sejumlah petinggi Polri termasuk mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo telah jadi tersangka.

Petinggi Polri yang tersangkut kasus Simulator SIM itulah yang juga dibidik menjadi tersangka dalam kasus plat nomor, maka menurut Sutarman penyelesaian kasus ini dicicil satu persatu.

"Pelaksana pengadaan di Korlantas itu kan itu-itu juga orangnya (Djoko Cs), yang sedang diselidiki KPK. Maka itu penyidik KPK biar selesaikan dulu kasus (Simulator SIM). Nanti kita koordinasi bagaimananya. Kita tak ingin dituduh menghalang-halangi dan macam-macam lagi," sambungnya.

Langkah polisi tampaknya memang serba salah dalam kasus ini. Oleh beberapa pihak, niat polisi menyidik kasus ini dicurigai sebagai upaya untuk membatasi para tersangka yang terlibat supaya tak merembet ke petinggi polisi yang lain.

Penulis: