Ketua KPK Busyro Muqoddas
Polri kembali menarik penyidik mereka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pihak Mabes Polri beralasan, masa tugas ke-13 penyidik tersebut akan segera berakhir.

Nama Kepala Satuan Tugas kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM Korlantas Polri, Novel Baswedan, masuk dalam daftar penyidik KPK yang diminta kembali ke Polri. Selain Novel, 12 orang penyidik lainnya adalah Imam Turmudi, Robhertus Yohanes, Eddy Wahyu, Yohanes Ricard, Usman Purwanto, Asep Guntur, Bagus Suropraptomo, Taufik Herdiansyah Zeinardi, Afief Yulian, Salim Riyad, Budi Santoso, dan Budi Nugroho.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, sebanyak enam penyidik (di antaranya) sudah beralih status menjadi pegawai tetap KPK.

Namun lebih jauh, Busyro mengatakan KPK menyerahkan kepada para penyidik yang diminta kembali ke Polri itu, untuk memilih apakah akan tetap berada di KPK atau menuruti kemauan Polri.

Yang jelas, dengan penarikan ini, Busyro mengaku mengkhawatirkan terjadinya instabilitas sumber daya manusia (SDM). "Sehingga program (pemberantasan korupsi) nggak akan selancar yang selama ini berjalan," katanya.

Ini bukan kali pertama Polri menarik penyidiknya yang dipekerjakan di KPK. Sebelumnya, Polri juga sudah menarik 15 penyidik KPK. Kemudian belum lama ini, sebanyak enam penyidik menyatakan mengundurkan diri dan meminta untuk kembali ke Polri.

Penulis: