Gedung Kejaksaan Agung.FOTO : www.kejaksaan.go.id
Tim penyidik telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Bupati Kolaka Buhari Matta sebagai tersangka

Buhari Matta yang menjabat sebagai Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara mangkir dari pemanggilan Kejaksaan Agung untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan nikel.
 
"Tim penyidik telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Bupati Kolaka Buhari Matta sebagai tersangka hari ini. Tapi yang bersangkutan tidak hadir," kata Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Setia Untung  Arimuladi di Jakarta, Selasa (11/12).
 
Untung mengatakan tidak ada penjelasan yang disampaikan oleh Buhari Matta kepada penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung terkait ketidakhadirannya dalam pemeriksaan kali ini. "Tapi akan kami jadwalkan kembali pemeriksaan sebagai tersangka," katanya.
 
Kasus ini bermula ketika Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menemukan kerugian negara sebesar Rp24,183 miliar dalam penjualan nikel kadar rendah milik pemerintah kabupaten Kolaka kepada PT Kolaka Minang Internasional pada Juni 2010. Penjualan itu diduga dilakukan Buhari tanpa persetujuan DPRD Kolaka. Buhari dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Dalam perkara ini, tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung menetapkan tersangka lain yakni Atto Sakmiwata Sampetoding selaku Direktur PT Kolaka Mining.


Penulis: /FEB