Ilustrasi: Ruang Jampidsus di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta
Kasus yang menarik pemberitan adalah dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum), dengan tersangka Yusril Ihza Mahendra, Hartono Tanoesoedibjo, dan Ali Amran Jannah. Untuk kasus ini, Kejagung mengeluarkan SP3 pada 30 Mei lalu.

Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan lima kasus dugaan korupsi yang dihentikan penanganannya oleh penyidik tindak pidana khusus pada 2012 ini.

"Empat kasus dihentikan karena tidak cukup bukti, dan satu kasus dihentikan karena bukan tindak pidana melainkan administrasi," kata Kepala Pusat Penerangan Kejagung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Kamis (27/12).

Yang pertama, kasus dugaan korupsi penggelembungan harga tiket perjalanan dinas Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tahun anggaran 2006-2009. Menurut Untung, dalam perkara ini hanya tersangka atas nama Danny Limarga, dari biro perjalanan, yang dihentikan proses penyidikannya pada 15 Februari 2012.

"Tersangka lain di perkara ini ada yang sudah dijatuhi hukuman," katanya.

Kasus kedua yang dihentikan adalah perkara dugaan tindak pidana gratifikasi pada sebuah proyek di Aceh, dengan tersangka bernama Heru Sulaksono dari PT Nindya Karya. Namun dia tidak menjelaskan secara rinci soal kasus ini, dengan alasan minimnya pasokan data dari pidana khusus Kejagung.

"Yang jelas, kasus dihentikan penyidik karena tidak menemukan cukup bukti. Kasus dihentikan tanggal 7 Maret 2012," katanya.

Perkara ketiga yang dihentikan adalah kasus dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum), dengan tersangka Yusril Ihza Mahendra, Hartono Tanoesoedibjo, dan Ali Amran Jannah. Untuk kasus ini, penyidik mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 30 Mei lalu.

Selanjutnya, kasus keempat yang dihentikan proses penyidikannya adalah kasus manipulasi tanah negara seluas 24 hektar di Tegal Sapi, Bogor, Jawa Barat. Dalam perkara ini, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh penyidik. Penanganan kasus dihentikan pada 10 Desember 2012.

Pada tanggal yang sama, yakni 10 Desember 2012, penyidik pun mengeluarkan SP3 untuk kasus dugaan korupsi pengelolaan pelabuhan khusus Harbour Bay Batam. Pada kasus ini penyidik telah menetapkan Jong Hua selaku General Manager (GM) PT Citra Buana Park sebagai tersangka.

"Kasus Harbour Bay dihentikan karena bukan tindak pidana," kata Untung.

Penulis: