Menteri Keuangan, Agus Martowardojo
BPJS itu adalah suatu inisiatif mulia, pertama kali di Indonesia punya sosial security system.

Buruh diharapkan jangan salah menangkap inisiatif pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Hal ini terkait ancaman para buruh yang ingin menarik seluruh dana di Jamsostek karena tidak mau membayar iuran BPJS.

Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan pembentukan BPJS merupakan suatu inisiatif yang baik karena merupakan perintis sistem keamanan sosial (social security system) di Indonesia. Dia berharap semua pihak mendukung rencana tersebut supaya BPJS berjalan berkesinambungan.

“BPJS itu adalah suatu inisiatif mulia, pertama kali di Indonesia punya sosial security system, tapi itu perlu komitmen nasional. Artinya pemerintah,pemberi kerja dan pegawai dan rakyat Indonesia semua harus mendukung. Kalau tidak, sistem itu tidak bisa berkesinambungan,” ujar Menkeu dikantornya, Jakarta,  Jumat (4/1).

Menurut Menkeu untuk mewadahi aspirasi dan tuntutan para buruh, maka akan dilakukan pembicaraan dan juga proses yang bertahap. Namun dia menegaskan, prinsipnya seluruh pegawai, baik yang bekerja disektor formal maupun yang bekerja disektor informal harus membayar  iuran.

Pemerintah dipastikan akan membebaskan iuran BPJS bagi masyarakat yang masuk kategori miskin atau tidak mampu. Konsep iuran tersebut menurutnya sudah tepat karena akan bertujuan menjadi program  kesehatan yang universal.

“Jadi kami mengharapkan jangan kita menangkap salah dari inisiatif yang mulia itu. Jadi kita harus wujudkan  dengan baik BPJS kesehatan di 2014,” katanya menandaskan.


Penulis: