Manekin berbaju tahanan yang berada di depan Gedung KPK Jakarta. FOTO: Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE
Dua orang saksi yang dicegah adalah Rio Samudra dan Willy Tanko.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat perintah cegah terhadap dua orang saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan dua orang saksi yang dicegah adalah Rio Samudra dan Willy Tanko.

"KPK telah mengajukan surat cegah kepada Direktorat Jenderal Imigrasi berlaku selama enam bulan untuk dua saksi bernama Rio Samudra dari swasta dan Willy Tanko," kata Johan di Kantor KPK, hari ini.

Johan mengatakan keduanya dicegah terkait kasus korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Tomohon tahun 2009 dengan tersangka mantan Walikota Tomohon, Jefferson Rumanjar.

Menurut Johan, kasus ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi APBD kota Tomohon tahun 2006-2008.

"Ini pengembangan dari kasus yang dulu," kata Johan.

Mei tahun 2011, Jefferson Soleiman M Rumanjar, Walikota nonaktif Tomohon, Sulawesi Utara divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan karena dinilai terbukti bersalah melakukan penyalahgunaan wewenang.

 Jefferson terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No 31/1999 Jo pasal 55 ayat [1] KUHP.

Jefferson juga harus membayar uang pengganti senilai Rp 31 miliar dari Rp 33,7 miliar uang negara yang dikorupsi oleh Jefferson. Menurut majelis hakim, Jefferson sudah mengembalikan Rp 1,5 miliar ke BPK dan Rp 1,2 miliar ke KPK.

Jefferson telah menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri. Jefferson telah menggunakan APBD Tomohon  2006-2008 untuk kepentingan pribadi. Total dana yang diselewengkan mencapai Rp 33,7 miliar.

Penulis: