Daming Sunusi Juga Tuai Kecaman dari Berbagai Negara

Daming Sunusi Juga Tuai Kecaman dari Berbagai Negara
Calon Hakim Agung sekaligus Ketua Pengadilan Tinggi Kalsel M Daming Sanusi. ( Foto: Antara )
/ BSTV Kamis, 17 Januari 2013 | 17:52 WIB

“Bahkan bila sekedar keseleo lidah, hakim ini harusnya paling tidak dihukum atas apa yang ia telah katakan."


Setelah habis-habisan dikecam berbagai media nasional atas pernyataannya yang dianggap melecehkan korban pemerkosaan, Calon Hakim Agung Daming Sunusi kini menjadi bahan sorotan media internasional.  


Pada laman Huffington Post, berita soal Daming mendapat berbagai reaksi dari pembaca. Salah satu pembaca memberikan komentar mengejek,mengatakan seharusnya Daming mencalonkan diri di “red state” yaitu wilayah Amerika yang  didominasi oleh kaum konservatif dari Partai Republik, dan Daming diprediksikan menang mutlak.


Saat menjawab pertanyaan anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Daming Sunusi mengatakan pemerkosa maupun yang diperkosa sama-sama menikmati jadi harus piker-pikir terhadap hukuman mati.


Sehari setelah pernyataanya itu, Daming meminta maaf kepadapublik. Dia mengatakan pernyataan itu keluar karena dia dalam tekanan danstres dengan pencalonannya sebagai Hakim Agung.


Pembaca Huffington Post lainnya mengomentari bahwa tidak ada pemerkosaan yang dapat dinikmati. Pemerkosa bukan melakukan hubungan seksual,tapi menyerang korbannya untuk menunjukkan kekuatan mereka.


“Bahkan bila sekedar keseleo lidah, hakim ini harusnya paling tidak dihukum atas apa yang ia telah katakan,” komentar salah satupembaca.


Berita soal Daming juga ditulis laman TheOlympian.com, yang versi cetaknya terbit di Washington. Sementara kantor berita United Press International ikut melansir berita Daming yang dikutip dari CNN.


Media yang berdomisili di Inggris Dailymail juga tak mau ketinggalan. Pada laman Dailymail dituliskan berita soal pernyataan kontroversial Daming dan juga menyebutkan kalau hakim itu memiliki tiga putri.  


Dailymail menyinggung soal salah satu putri Daming yang mengatakan dia sangat malu dan merasa Daming bukan bapaknya.


Selain itu, disebutkan bahwa para aktivis di Indonesia prihatin dengan pernyataan Daming yang tidak akan membantu upaya memerangi tindak pemerkosaan. Bahkan disebutkan juga banyaknya kasus pemerkosaan di Indonesia yang tidak ditangani serius oleh para penegak hukum.


Salah satu pembaca dari Inggris mengatakan, alasan para aparat hukum tidak menangani kasus pemerkosaan di Indonesia secara serius atau gagal menunjukkan bukti yang kuat karena adanya hakim seperti Daming yang tidak cerdas dan tidak sensitif.

 

CLOSE