Kampanye antitrafficking yang digelar beberapa waktu lalu
Pelaku yang sudah jadi buron sejak Agustus 2012 itu ditangkap di Ciracas.


Jakarta -
Satgas Anti-trafficking Direktorat Pidana Umum Bareskrim Polri menangkap dan menahan seorang warga negara berkebangsaan ganda, Tunisia-yordania, karena hendak menyelundupkan dua orang pekerja wanita Indonesia ke Timur Tengah.

Pelaku yang sudah menjadi buron sejak Agustus 2012 itu ditangkap di Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (26/1) lalu.

Hal ini dikatakan oleh Karo Penmas Polri, Kombes Agus Rianto, di STIK, Jakarta, Rabu (30/1). Menurut Agus, pelaku bernama Walid Abdalah Shiba.

"Saat menangkap Walid, kita juga sekaligus menyelamatkan dua orang korban percobaan perdagangan orang. Pelaku juga melakukan pemalsuan surat untuk keperluan pemberangkatan calon korbannya itu," kata Agus.

Disebutkan, kedua perempuan yang hendak menjadi korban adalah (berinisial) R, warga Sumbawa, NTB, serta AH, warga Indramayu, Jawa Barat.

"Kasus ini sudah kita sidik sejak Juli 2012, dan kita sudah tetapkan Walid sebagai buron sejak Agustus 2012. Alhamdullilah, kita dapat info keberadaan tersangka, dan kita langsung tangkap," tambah Agus.

Selain Walid, Agus menambahkan, dalam penangkapan itu juga turut diamankan warga negara Yordania bernama Ayad Wasfi Mansour Mustafa yang kedapatan izin tinggalnya sudah habis (over stay).

"Khusus untuk Walid, kita kenakan UU 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri dan pasal 266 KUHP tentang Pemalsuan. Sedangkan Ayad kita koordinasikan dengan imigrasi untuk dideportasi," beber Agus.

Dalam kasus ini, Walid terancam pidana 2-10 tahun dan denda Rp2-15 miliar.


Penulis: /SES