Tersangka Tangkap Tangan KPK - Direktur PT. Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi (baju putih) yang langsung menjadi tersangka kasus suap sapi impor, keluar gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Kamis (31/1) dini hari. Arya Abdi Effendi tertangkap tangan penyidik KPK saat membawa uang 1 Milyar untuk menyuap presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. FOTO: Joanito De Saojoao - SUARA PEMBARUAN
Jakarta - KPK dinilai sudah sesuai track dalam mengusut kasus dugaan korupsi impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) yang menjerat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Adanya pandangan yang menyebutkan KPK tebang pilih dalam penanganan kasus tersebut dinilai tidak tepat, karena membandingkannya dengan penanganan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Pengamat hukum dari Universitas Andalas, Sumater Barat (Sumbar), Feri Amsari mengatakan, kasus yang menjerat Luthfi Hasan berawal dari operasi tangkap tangan maka penanganannya lebih cepat ketimbang kasus Hambalang.

"Itu cara pandang yang keliru. Tiap kasus ditangani dengan cara berbeda. Apalagi kasus Luthfi Hasan berkaitan dengan menindaklanjuti aksi tangkap tangan," kata Feri, di Jakarta, Jumat (1/2).

Menurutnya, dengan operasi tangkap tangan, KPK sudah memiliki bukti-bukti kuat untuk menjerat Luthfi Hasan. Sementara dalam kasus Hambalang KPK hanya memiliki bukti-bukti petunjuk yang mesti ditelusuri lebih dalam lagi.

"Jadi isu yang dikembang tebang pilih itu adalah isu yan dikembangkan para pembela koruptor. Itu biasa dan wajar dalam upaya pembrantasan korupsi," ujarnya.

Penulis: