Tanam Khat Dilarang, Tapi Tak Dipidana

Tanam Khat Dilarang, Tapi Tak Dipidana
Zat baru narkoba, cathinone berasal dari tumbuhan catha edulis (Khat), yang banyak tumbuh di Afrika dan Arab. ( Foto: tropicalfoodforest )
Selasa, 5 Februari 2013 | 19:14 WIB
Tanaman Khat baru saat ini diketahui mengandung katinona, dan ini belum ada aturannya dalam UU Narkotika No 35 tahun 2009.

Jakarta - Penyidik Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat bersama dengan Polres Bogor telah memeriksa tiga orang saksi yang dianggap mengetahui perihal tanaman Cathinone (S-alpha-aminopropophenone) atau Khat yang tumbuh di kawasan Cisarua, Puncak.

Kendati begitu ketiganya tak dijadikan tersangka. Lalu mengapa ketiganya tidak dipidana?

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriyono, saat dihubungi Selasa sore (5/2) mengatakan, “Kita telah memeriksa tiga orang sebagai saksi. Tanaman Khat baru saat ini diketahui mengandung katinona, dan ini belum ada aturannya dalam UU Narkotika No 35 tahun 2009 yang mengatur tanaman Khat, seperti halnya ganja atau canabis sativa yang jelas dilarang.”

Sehingga, perwira menengah itu melanjutkan, yang bisa dilakukan pihaknya, sebagai upaya pencegahan, karena tanaman tersebut terbukti mengandung katonina, dimana ini diatur dalam lampiran UU Narkotika No 35 tahun 2009 dan masuk dalam golongan 1 nomor urut 35, maka tanaman itu tetap dilarang.

”Untuk itu maka kami akan musnahkan,” tambahnya.

Motif ketiga orang itu, Hafriyono menceritakan, menanam tanaman yang mirip daun jambu atau daun salam dengan warna hijau dan merah itu sebagai tanaman pagar hidup dan juga di tanam biasa di halaman sebagai tanaman hias.

Seperti diberitakan, tanaman yang merupakan tanaman asli Timur Tengah dan Afrika yang dapat diestrak dan digunakan untuk narkoba seperti terungkap dalam kasus artis Raffi Ahmad, itu ternyata telah tumbuh liar dan dibudidayakan oleh para petani di Puncak.

Di Puncak tanaman itu dikenal sebagai Teh Arab dan memang biasa dikonsumsi oleh warga asal Timur Tengah yang memang banyak tinggal dan berekreasi di Puncak. 
CLOSE