Meneg BUMN Dahlan Iskan. FOTO: Jakarta Globe

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan akhirnya memutuskan untuk mencopot Kaharuddin dari jabatan Direktur Utama PT Sang Hyang Sering menyusul penetapan tiga orang tersebut menjadi tersangka kasus korupsi proyek pengadaan benih pada Kementerian Pertanian (Kemtan).

"Kita sudah putuskan tadi untuk memberhentikan dirut PT SHS. Karena dia menjadi tersangka di Kejaksaan Agung maka kita ganti mulai hari ini (kemarin)," terangnya di Jakarta, Selasa (12/1).

Menurut Dahlan, pencopotan Kaharuddin dari jabatan direktur utama BUMN dilakukan agar yang tersangkut lebih berkonsentrasi menyelesaikan masalah hukumnya. Sebagai gantinya Dahlan akan mengangkat Upik Rosalina sebagai direktur utama PT SHS.

Saat ini, lanjut dia, Upik menjabat sebagai asisten deputi bidang Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan BUMN. Sebelumnya, Upik juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Perum Perhutani.

"Surat Keputusan pengangkatannya sedang disiapkan, nanti diteken dan langsung diangkat. Beliau lulusan doktor dari Prancis," ungkap Dahlan.

Ia mengungkapkan, selama ini, bisnis PT SHS dan PT Pertani sangat bergantung  dengan proyek-proyek dari Kementerian Pertanian. Proyek-proyek tersebut pun menurut Dahlan, sering kali harus melalui tender yang dinilai kurang bersih.

Untuk itu, kata dia, sejak tahun lalu, dirinya sudah meminta kepada dua BUMN tersebut untuk mengerjakan bisnis diluar proyek-proyek Kementerian Pertanian. Dahlan menginginkan SHS lebih menekuni bisnis mencetak sawah baru. Sementara PT Pertani, lanjut dia, akan melakukan bisnis pengadaan mesin pengering gabah dan padi, serta jasa penampungan gudang hingga penampungan beras ke Bulog.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Dirut PT Sang Hyang Seri (SHS) K dan dua anak buahnya yaitu SH karyawan, dan H manajer kantor cabang SHS Tegal sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan benih di Kementerian Pertanian (Kementan) periode 2008-2012. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan No 16, 17 dan 18/F.2/Fd.1/02/2013 tertanggal 8 Februari 2013.

Investor Daily

Penulis: NTI/RIN

Sumber:Investor Daily