Situs www.gudangsenjata.com yang diduga melakukan penipuan.

Sindikat yang sudah beroperasi sejak lama dan masih ada DPO.

Jakarta - Subdit Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar sindikat penipuan penjualan senjata dan tiket perjalanan melalui toko online dan Short Message Service (SMS). Enam orang tersangka dibekuk di daerah Bogor, Jawa Barat.

"Setelah melakukan penelusuran tentang maraknya situs atau web yang menawarkan sejumlah barang, Tim Resmob Polda Metro, berhasil menangkap enam tersangka, di daerah Bogor, Jawa Barat," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/2).

Dikatakan Rikwanto, keenam tersangka berinisial AL, IL, SU, SU, WW, dan AL. Mereka ditangkap di Kavling Bina Bakti RT06 RW03, Cikaret, Bogor Kota, Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/2), sekitar pukul 05.00 WIB.

"Keenamnya merupakan pelaku penipuan lewat toko online, www.gudangsenjata.com yang menawarkan berbagai jenis senjata api. Sementara www.asiatravel.com dan www.artatravel.com menjual tiket perjalanan," katanya.

Rikwanto mengatakan, para pelaku membuat sebuah website lengkap dengan konten dan aplikasi, sebagai pancingan agar korban tergiur. Jadi, www.gudangsenjata.com, tidak benar berdagang senjata api dan jasa travel tersebut tak menjual tiket.

"Ada aplikasinya agar masyarakat tertarik. Setelah itu, mereka melakukan transaksi, meminta dikirimkan uang dan berjanji akan segera mengirimkan barang. Namun, setelah barang dipesan dan uang ditransfer, mereka justru menghilang dengan cara mematikan nomor telepon," terangnya.

Dalam sehari, ungkap Rikwanto, para pelaku bisa mengirimkan sejumlah SMS secara acak ke 300 nomor telepon secara acak.

"Dalam sehari itu, paling tidak ada 10 sampai 20 orang yang tertarik untuk membeli tiket. Kalau sudah ditransfer, mereka menghilang. Keuntungannya bisa Rp600 ribu sampai Rp10 juta per hari," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Hermanto, menyampaikan anggotanya telah melakukan penelusuran selama satu bulan untuk mengungkap kasus ini.

"Ini penelusurannya satu bulan, berdasarkan informasi masyarakat. Lalu, kami langsung merespon penjualan senjata dan travel ini, karena kalau dibiarkan akan semakin banyak yang tertipu. Kami telusuri sampai di Bogor dan dilakukan penangkapan," katanya.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi, petugas kemudian melakukan komunikasi dengan administrator situs tersebut. Selanjutnya, petugas diminta mentransfer uang sebesar Rp 4 juta ke rekening BRI 7313-01000-0677-500 atas nama Rita Novita, baru senjata yang dipesan akan dikirim.

"Ternyata, setelah uang dikirim barang tak diberikan. Kemudian, kami melakukan penelusuran menggunakan teknologi komunikasi berkerjasama dengan Unit Cyber Crime Polda dan diketahui pelaku berada di Bogor, Jawa Barat. Selanjutnya kita lakukan penangkapan," bilangnya.

Ihwal modus, Herry menerangkan, www.gudangsenjata.com hanya "menjual" tampilan saja agar orang terarik. Kalau travel, menyebar penawaran tiket murah melalui SMS.

"Tiga situs itu merupakan satu jaringan dan telah beraksi selama 3 tahun lebih. Ini merupakan sindikat besar yang sudah berlangsung lama. Selanjutnya, kami akan melakukan pengembangan ke daerah Sulawesi. Ya, masih ada DPO," jelasnya.

Herry mengatakan, otak pelaku bernama Alwi. Kendati tak memiliki pendidikan yang tinggi, namun ia menguasai teknologi informasi. "Pelaku dan korban tak pernah bertemu. Sudah ada ratusan korbannya," tandasnya.

Barang-barang bukti yang disita berupa 26 unit telepon genggam, 70 modem, delapan unit laptop, ratisan SIM Card, tujuh buah rekening, 12 kartu ATM, satu buah mesin faksimili, satu motor, dan satu mobil.

Penulis: Bayu Marhaenjati/Feriawan Hidayat/NAD