Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo.

Jakarta - Kapolri Timur Pradopo menyatakan, pihaknya sudah melakukan proses pemeriksaan kepada aparat yang diduga terlibat dalam video penganiayaan terduga teroris oleh anggota pasukan detasemen khusus (Densus) 88 dan anggota brigade mobil (brimob) yang diunggah ke Youtube.

"Sekarang Brimob sudah diperiksa, kita tunggu nanti di peradilan," kata Timur di Jakarta, Minggu pagi (3/3).

Dia menambahkan, perihal video tersebut, pihaknya akan memberikan pemberitahuan kepada publik melalui divisi humas, sementara untuk sanksi tergantung peradilan.

Hal tersebut disampaikan Timur menyusul video kekerasan terhadap terduga teroris ke Youtube oleh situs Arrahmah dua hari silam.

Penganiayaan terjadi terhadap terduga teroris bernama Wiwin yang disuruh membuka celana dan kemudian ditembak meski tak meninggal. Wiwin tersebut dikabarkan masih mendekam di lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah.

Selain melakukan pemeriksaan, polisi juga sedang dalam proses memastikan kepastian video tersebut tanpa rekayasa.

"Ya, masih dalam penelitian lebih lanjut. Sekali lagi, masih didalami," kata Timur.

Penulis: Ezra Sihite/NAD