Anak-anak tengah bermain dilingkungan kumuh

Mataram - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) memberikan bantuan dana Rp2,2 miliar untuk Proyek Penanganan Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh Berbasis Kawasan (PLP2KBK) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Handoko, Asisten Deputi Pengelolaan Prasarana Kawasan Kempera mengatakan, dana tersebut digunakan untuk penanganan prasarana wilayah di Kelurahan Sayang-Sayang. Bantuan diberikan untuk penanganan 2 hektare kawasan dari 27 hektare kawasan permukiman.

"Fasilitas umum yang dibangun di Kelurahan Sayang-sayang itu berupa pembangunan jalan lingkungan sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter, jalan setapak sepanjang 500 meter dan penerangan jalan umum (PJU) berupa 34 unit solar cell dan satu fasilitas mandi cuci kakus," katanya di Mataram, Selasa (16/4).

Anggota Komisi V DPR RI yang semula dijadwalkan meninjau lokasi proyek tersebut tidak sempat turun. Rombongan langsung menuju Bandara Internasional Lombo untuk kembali ke Jakarta.

Ketua Tim Komisi V DPR RI Muhidin Muhamad Said menilai lingkungan perumahan di Kelurahan Sayang-saynag tersebut cukup baik setelah dibangunnya fasilitas umum tersebut.

"Saya minta bantuan rumah swadaya lebih ditingkatkan dan rumah yang belum layak huni dibantu agar masyarakat bisa merehabilitasi rumah mereka, sehingga menjadi layak huni," katanya.

Ia mengatakan, rumah yang berlantai tanah dan beratap rumbia diberikan bantuan masing-masing Rp7,5 juta per unit agar bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki rumahnya.

Tahun 2013 Pemerintah Provinsi NTB akan merehabilitasi rumah kumuh sebanyak 4.000 unit dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBD NTB. Dari tahun 2010 sampai 2012, jumlah rumah yang sudah direhabilitasi sekitar 15.000 unit, khusus yang dikerjakan oleh Pemprov NTB sebanyak 10.000 unit rumah.

Jumlah rumah tidak layak huni di Provinsi NTB mencapai 300.000 unit lebih. Kalau dilihat dari capaian selama 3 tahun terakhir, dari 15.000 unit rumah yang sudah direhabilitasi itu masih relatif sedikit, karena jumlah rumah tidak layak huni di daerah ini masih cukup banyak.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:ANT