Penjualan Proyek Superblok Agung Podomoro Medan Tembus Rp 7,3 Triliun

Proyek Podomoro City Deli-Medan besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (istimewa)

Oleh: Mashud Toarik / MT | Jumat, 19 Mei 2017 | 16:22 WIB

JAKARTA – Antusiasme masyarakat Sumetara Utara khususnya di Medan terhadap proyek superblok besutan PT Agung Podomoro Land (APL) dinilai cukup tinggi. APL mengklaim, sepekan setelah diluncurkan pada 2014,  angka penjualan proyek bernama Podomoro City Deli Medan (PCDM) mencapai 1.500 unit. 


Progres tersebut diungkapkan Direktur Marketing PCDM Matius Jusuf. Menurutnya sebanyak Rp 7,3 triliun penjualan dikontribusi oleh proyek kondominium dan apartemen. Selebihnya merupakan penjualan menara perkantoran. “Sekitar 70% pembeli merupakan end user, dan hanya 30% yang pembeli bertujuan untuk investasi,” ujarnya dalam acara Media Gathering PCDM, di Jakarta, Jumat, (19/5).


Ditambahkan AVP Marketing PCDM, Suyenti dari angka penjualan Rp 7,3 triliun tadi, pihaknya telah melego kondominuim maupun apartemen. “Untuk unit kondominium telah terjual 70%, sementara penjualan apartemen sudah mencapai sekitar 85%,” ujarnya.


Sebagai catatan, pada proyek superblok yang mengambil konsep persis dengan Podomoro City Jakarta tersebut, APL membangun dan memasarkan tujuh tower terdiri dari dua tower ekslusif,  lalu tiga tower apartemen,  mall,  perkantoran dan hotel. 


Terkait pembangunan fisik bangunan Matius mengungkapkan saat ini pihaknya sudah hampir merampungkan pembangunan kondominium, apartemen, mall dan perkantoran. “Serah terima unit kondominium akan dilakukan pada akhir tahun ini, diikuti  apartemen dan operasional mall pada tahun 2018,” ujar Matius. Adapun unit perkantoran ditargetkan serah terima pada tahun 2019.

Sementara operasional hotel Pullman ditargetkan pada tahun 2020. “Untuk hotel di Kota Medan butuh yang berbintang lima, dan kami akan operasikan hotel Pullman dengan 200 kamar. Kami harap tingkat occupancy-nya di atas 90 persen seperti Pullman Central Park Jakarta,” ujar Matius.


Saat ini APL tengah gencar memasarkan menara perkantoran dengan harga Rp 30 juta per sqm atau minimal Rp 3 miliar per unit. “Kami memberikan berbagai kemudahan pembayaran bagi masyarakat yang berminat membeli diantaranya program cicilan tanpa bunga hingga 4 tahun serta booking fee terjangkau sebesar Rp 25 juta,” papar Suyenti.


Saat ini kata Suyenti pihaknya sedang melakukan deal penjualan unit perkatoran dengan Universitas Bina Nusantara untuk 10 lantai ruang perkantoran. Selain itu sejumlah bank dan beberapa perusahaan juga dikatakannya sudah siap berkantor di lokasi superblok seluas 5,2 hektare tersebut. “Selain sektor perbankan, perusahaan yang akan berkantor di PCDM adalah kebanyakan dari sektor yang berbisnis komoditas.


Untuk para calon pembeli, Suyenti meyebutkan, pihaknya tidak hanya menyasar masyarakat Medan, tapi dari Sabang sampai Merauke, khususnya di daerah Jabodetabek. Karena itu PCDM menggelar acara costumer gathering di Hotel Pullman Jakarta untuk menggaet para pembeli di Jabodetabek pada Minggu, 21 Mei 2017.


Acara bertajuk ‘Fly Me To The Moon’ ini akan dipandu oleh artis lbukota, Ferry Salim dan Sondang Dara Jana. "Selain mereka, kami juga mengundang salah satu artis mancanegara yakni Christian Bautista,” ujar Suyenti.


Matius Jusuf menambahkan, lewat PCDM, APL berharap proyek ini akan dapat mendukung lbu Kota Sumatera Utara lebih maju lagi sehingga dapat menjadi kota bisnis internasional. “Kami sangat berharap proyek ini akan dapat mendukung Medan menjadi kota bisnis internasional,” pungkasnya.








Sumber: Majalah Investor
ARTIKEL TERKAIT