Pekerja menyelesaikan sebuah proyek hunian di Jakarta akhir pekan lalu. Pasokan apartemen milik (strata-title) di Jakarta tahun ini diprediksi akan tetap berasal dari segmen menengah atas yang mewakili 60% dari total suplai
Karena keterbatasan tanah, tren tinggal di apartemen juga menyebar hingga keluar area CBD Jakarta.

Pasokan apartemen hak milik (strata title) yang membidik kelas menengah bakal marak di tahun depan. Proyek yang memiliki luasan unit berkisar 20-70 m2 tersebut telah memulai konstruksinya pada tahun ini.

Kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi dua wilayah yang paling banyak memasok apartemen kelas menengah.

Hal ini sesuai dengan demografi wilayah yang masih memiliki lahan lebih luas dan tingginya pertumbuhan penduduk kelas menengah.

"Proyek apartemen yang rampung dalam 2-3 tahun ke depan secara massif dipenuhi oleh kelas menengah dengan unit kecil. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap konstruksi dan pemasaran," ujar Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers Inter nasional Aleviery Akbar di Jakarta, Senin (8/10).

Berdasarkan riset kuartal III-2012 Colliers International, proyek apartemen hak milik yang sedang dalam konstruksi akan menambah 8.625 unit saat rampung pada akhir 2012.

Dengan demikian, total pasokan di pasar apartemen Jakarta pada tahun ini akan menjadi 22.483 unit, naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, proyek yang baru diluncurkan pada kuartal ketiga 2012 dan dijadwalkan selesai dalam dua tahun ke depan antara lain, Oakwood Sky Garden, Callia Apartment, Pluit Seaview, Nine Residence, dan Satu 8 Residence.

Kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta tetap menjadi favorit pengembangan apartemen karena didorong oleh masalah kemacetan lalu lintas.

"Karena keterbatasan tanah, tren tinggal di apartemen juga menyebar hingga keluar area CBD Jakarta. Porsi terbesar peningkatan jumlah apartemen adalah Jakarta Selatan untuk kelas atasnya dan Jakarta Barat untuk kelas menengah," papar Aleviery.

Wilayah di Jakarta Selatan, kata dia, potensial untuk apartemen kelas atas karena menjadi lokasi tempat tinggal para ekspatriat.

Selain itu, infrastruktur di kawasan ini dianggap lebih mature dibandingkan daerah lainnya.

Dalam pengembangan 2-3 tahun ke depan, pasokan apartemen hak milik mencapai 26.193 unit dengan Jakarta Selatan memiliki 37% dari total proyek. Kemudian diikuti oleh Jakar ta Barat dan Jakarta Utara dengan 17%.

Pasokan tersebut antara lain Kemang Village, Residence at Darmawangsa, Belmont Residence, Green Bay Pluit, dan Pakubuwono Terrace.

Pengembang Agung Podomoro Group (APG) menjadi pengembang apartemen terbanyak selama tiga periode 2011-2013.

"APG menguasai 29% pembangunan apartemen di Jakarta pada 2011- 2012. Sedangkan 2013 menjadi 25% proyeknya,” jelas dia.

Associate Research Manager Colliers International Ferry Salanto menambahkan, tingkat penyerapan unit apartemen hak milik di Jakarta sepanjang kuartal III-2012 naik dari 81,3% dari kuartal sebelumnya 79,9%.

"Kondisi ini mencerminkan kinerja apartemen masih bagus dan unit apartemen di masa mendatang siap diserap pasar," tegas dia.

Tingkat penjualan unit apartemen under construction di area CBD Jakarta tercatat 73,6%, diikuti oleh Jakarta Selatan 65,7%, dan di luar CBD Jakarta 64,9%.

Penulis: