Ilustrasi Rusunami
Djan Faridz mengakui bahwa banyak pengembang properti yang enggan membangun rumah susun milik (Rusunami) karena harganya terlalu murah dan tidak menarik lagi.

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan memperjuangkan kembali harga Rumah Susun sederhana milik (Rusunami) agar harganya naik menjadi Rp7 juta/m2.

"Saya dibisikkan sama Ketua REI (Real Estate Indonesia) agar bisa dinaikkan lagi jadi Rp 7 juta dari harga Rp 6 juta, saya pribadi setuju dan saya akan perjuangkan," kata Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz saat dialog Rakernas Real Estate Indonesia, di Hotel Aston, Bandung, hari ini.

Djan Faridz mengakui bahwa banyak pengembang properti yang enggan membangun rumah susun milik (Rusunami) karena harganya terlalu murah dan tidak menarik lagi.

Karena itu, lanjut Menpera, dari harga Rp4 juta per meter persegi (M2) dinaikkan lagi jadi Rp6 juta M2, tetapi saat ini rupanya kurang menarik juga. Apalagi hasil data Badan Pusat Statisitk Nasional (BPS) harga rata rata sudah capai Rp12 juta.

"Saya akan perjuangkan agar ada perubahan nilai dan keinginan REI jadi Rp7 juta, dan kalau di hitung satu unit Rusunami Rp250 juta bisa masuk akal dan diterima lah, sehingga pengembang bisa lebih tertarik untuk bangun Rusunami," katanya.

Sehingga, program pemerintah membangun 1000 Rusunami bisa segera terwujud dengan baik sampai 2014 mendatang. "Kita galakan lagi program tersebut, supaya masyarakat juga bisa memiliki hunian yang layak," jelasnya.

Menurut dia, pemerintah juga akan memanfaatkan lahan mangkrak yang tidak terpakai untuk dibangun Rusunami, seperti lahan di Kemayoran, dan di beberapa tempat lainnya.

"Kami akan kerjasama dengan Pemda, BUMN untuk memanfaatkan lahan ini agar bisa dibangun Rusunami," pungkasnya

Penulis: