Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin (tengah) bersama (dari kiri-kanan) anggota Komite Eksekutif PSSI Erwin Dwi Budiawan, Tonny Apriliani, La Nyalla Mattalitti dan Roberto Rouw usai bertemu secara tertutup di Kantor PSSI, Jakarta.

Jakarta - Klub dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) mendominasi peserta kompetisi tertinggi di Tanah Air musim 2014 dibandingkan peserta dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL).

Berdasarkan hasil keputusan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu, klub ISL yang berhak turun di kompetisi tertinggi sebanyak 18 klub, sedangkan dari IPL hanya empat klub.

"Musim depan hanya ada satu kompetisi. Total klub yang akan turun di kompetisi itu adalah 22 klub," kata CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono usai pelaksanaan KLB PSSI .

Penggabungan kompetisi antara IPL dan ISL ini merupakan satu dari empat perintah FIFA sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) Kuala Lumpur, 7 Juni 2012, antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

Meski akan ada penggabungan, tidak akan memengaruhi pelaksanaan kompetisi musim ini yang sedang berjalan. Kedua kompetisi akan tetap berjalan hingga akhir musim berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

"Musim ini tetap berjalan sendiri-sendiri dan semuanya berada di bawah yurisdiksi PSSI," kata pria asal Ngawi Jawa Timur itu.

Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa pada musim ini kompetisi ISL tetap memberlakukan sistem promosi degradasi. Dengan demikian, hanya 15 klub teratas yang secara otomatis turun di kompetisi tertinggi musim 2014.

Klub yang nantinya terdegradasi, akan digantikan dengan klub promosi dari Divisi Utama, sedangkan dari klub IPL akan diambilkan dari empat klub teratas setelah kompetisi usai.

"Untuk IPL, hanya akan diambil dari empat klub teratas, kecuali klub-klub yang terlibat dualisme. Bila ada klub dualisme yang berada pada posisi empat besar, maka akan diambil peringkat di bawahnya," kata Joko Driyono menegaskan.

Kompetisi tertinggi di Tanah Air musim 2014, kata Joko, akan tetap dikendalikan oleh PT Liga Indonesia. Hanya saja untuk nama kompetisi baru akan dibahas pada kongres PSSI berikutnya.

Sementara itu, khusus untuk revisi statuta ada beberapa hal yang cukup krusial, yaitu penambahan jumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dari 11 orang menjadi 15 orang. Empat orang yang diusulkan menjadi anggota baru adalah Zulfadli, Djamal Aziz, Hardi, dan La Siya.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:Antara