Semarang - Suporter PSIS, baik Panser Biru maupun Snex, untuk sementara waktu dilarang mendampingi timnya, khususnya saat laga di luar kandang (away). PSIS akan menghadapi Persitara Jakarta Utara, 22 Mei mendatang di laga lanjutan . Larangan tersebut setelah kejadian perusakan dan penjarahan di Kabupaten Grobogan.

Hendrar Prihadi, Plt. Wali Kota Semarang, Rabu, mengatakan bahwa seluruh suporter dilarang memberikan dukungan kepada tim PSIS saat bertanding di luar kota agar tidak ada unjuk kekuatan.

Untuk laga kandang PSIS, lanjut dia, para suporter dilarang mengenakan atribut Panser Biru dan Snex. Mereka hanya diperbolehkan mengenakan kaos PSIS sehingga tidak ada perbedaan suporter A dan B.

Larangan tandang tersebut, bagian dari kesepakatan hasil pertemuan Plt. Wali Kota Semarang dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Dandim, kejaksaan, Polrestabes Semarang, manajemen PSIS, Panser Biru, Snex, dan seluruh camat di 16 kecamatan se-Kota Semarang di ruang rapat Wali Kota Semarang.

"Kesepakatan tersebut harus ada hitam di atas putih sehingga ada dasar yang jelas untuk dihormati bersama," kata Hendrar Prihadi.

General Manajer PSIS Ferdinand Hindiarto juga sepakat dalam jangka pendek ini seluruh suporter tidak menggunakan atribut Panser Biru dan Snex. Mereka hanya diperbolehkan menggunakan kaos PSIS.

Terkait dengan unjuk kekuatan, Panser Biru dan Snex mengakui bahwa jumlah suporter yang mendampingi PSIS saat tandang mengadapi Persipur Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Minggu (5/5), jumlah suporter melampaui kuota yang ditentukan.

Ketua Panser Biru Mario Baskoro mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan kuota 1.000 orang, tetapi yang datang ke Purwodadi mencapai 3.000 orang.

"Kami masih terus mendata dan sekarang diketahui ada dua orang Panser Biru yang luka-luka dirawat di Rumah Sakit Sultan Agung dan satu orang dirawat di Rumah Sakit Kariadi. Mereka mengalami luka karena sabetan parang dan terkena lemparan batu," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Snex Rendra Kusworo mengakui bahwa suporter dari Snex juga melampaui kuota 750 orang dan data awal ada sekitar 60 orang mengalami luka-luka, 40 sepeda motor rusak dibakar, serta 60 sepeda motor lainnya belum diketahui kondisi dan keberadaannya.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:Antara