Demonstrasi menuntut KLB PSSI.
Dalam salah satu poin deklarasi itu, KLB PSSI diminta diadakan selambat-lambatnya pada 30 Maret 2012.

Rapat Akbar Sepakbola Nasional yang digelar oleh sejumlah anggota PSSI, termasuk pengurus Pengprov dan klub-klub, hari ini, di Hotel Pullman, Jakarta, akhirnya mengeluarkan sejumlah poin pernyataan. Diberi nama Deklarasi Jakarta, pernyataan bersama para peserta rapat itu terdiri dari lima poin deklarasi.

Berikut isi Deklarasi Jakarta tersebut:

1. Menyampaikan mosi tidak percaya kepada Saudara Djohar Arifin Husin (Ketua Umum PSSI), Farid Rahman (Waketum PSSI), Sihar Sitorus, Mawardy Nurdin, Widodo Santoso, Tuty Dau, dan Bob Hippy, karena dinilai tidak kredibel untuk menjalankan organisasi PSSI dan telah melakukan pelanggaran terhadap Statuta PSSI dan tidak menjalankan hasil keputusan Kongres Tahunan PSSI tahun 2011 di Bali.

2. Meminta untuk diselenggarakan Kongres Luar Biasa PSSI dengan agenda pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI selambat-lambatnya 30 Maret 2012.

3.Meminta kepada PSSI untuk memberikan jawaban terhadap permintaan diselenggarakannya Kongres Luar Biasa PSSI tersebut pada poin 2, selambat-lambatnya 23 Desember 2011.

4. Membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia yang terdiri dari Tony Apriliani, La Nyalla M Mattalitti, Robertho Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Benhur Tommy Mano, M Farhan, Doddy Alex Noerdin, FX Hadi Rudyatmo, Soemaryoto, Hardi, dan Benny Dollo, yang memiliki tugas untuk memastikan diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tersebut, dan apabila PSSI tidak bersedia menjalankan KLB, maka dengan ini kami memberikan kewenangan penuh kepada komite untuk menyelenggarakan KLB PSSI sesuai dengan Statuta PSSI.

5. Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia juga bertugas menjalankan roda organisasi PSSI sesuai dengan hasil Kongres PSSI II di Bali 2011, termasuk memproteksi kredibilitas dan integritas PSSI dan anggotanya sampai dengan terpilihnya Komite Eksekutif PSSI yang baru.

Penulis: /SES