Diego Michiels, pemain U-23 yang akan tampil memperkuat timnas menghadapi Bahrain.
Pengiriman tim menjadi otonomi PSSI sebagai federasi.

Keputusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menurunkan tim U-23 untuk menghadapi Bahrain pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014, 29 Februari mendatang, menuai protes dari Qatar. Meski begitu, PSSI bergeming menanggapi protes ini.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengakui, PSSI sudah mendapat tembusan protes resmi Qatar dari FIFA.

"Qatar mengirim surat kepada FIFA mempertanyakan keputusan Indonesia menurunkan tim U-23 melawan Bahrain yang mereka baca di media. Kami mendapat tembusan dan kami tidak akan membalas," ujar Djohar, hari ini.

Djohar menambahkan, pengiriman tim menjadi otonomi PSSI sebagai federasi. Jadi, Qatar tidak usah mencampuri urusan Indonesia.

PSSI memutuskan untuk tidak memanggil pemain yang berlaga di Indonesian Super League (ISL) dan hanya memanggil pemain yang memenuhi kualifikasi untuk tim U-23 asal Indonesian Premier League (IPL) untuk mengisi tim nasional.

Meski dengan materi yang pas-pasan, Djohar yakin timnas akan bisa mencuri poin di Manama.

"Tujuan kami adalah untuk memperbaiki peringkat Indonesia. Oleh karena itu, saya mengatakan kepada para pemain dan ofisial bahwa partai ini sangat penting. Selain untuk menambah poin, ini juga untuk seleksi pemain. Jika ingin bertahan di timnas, mereka harus tampil sebaik mungkin," ujarnya tegas.

Saat ini, Qatar berada di peringkat dua Grup E dengan poin sembilan. Sementara Bahrain di urutan tiga dengan enam angka. Qatar akan menjalani laga berat kontra Iran.

Penulis: