Andik Vermansyah (kanan) bersama Erick Thohir, co-owner DC United.
Sayangnya keputusan itu akhirnya dibatalkan Erick Thohir, salah satu pemilik DC United, karena Andik takkan bisa memperkuat Timnas Indonesia selama setahun.

Pemilik bersama klub DC United, Erick Thohir, tidak ingin disebut sebagai orang yang tidak nasionalis jika DC United akhirnya merekrut Andik Vermasyah.

"Manajemen DC United sebenarnya berminat menawari Andik untuk bergabung dalam masa pemusatan latihan selama satu tahun," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis (29/11).

Tapi jika DC akhirnya merekrut Andik, maka otomatis bintang Persebaya Surabaya itu tidak akan bisa memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2012. Hal itu terjadi karena ia harus menjalani pemusatan latihan di AS selama setahun penuh.

"Kami nanti dikira tidak nasionalis, bila ternyata menahan dan melarang Andik bermain untuk Timnas," ungkapnya.

Kehadiran Andik dalam Timnas asuhan Nil Maizar memang tidak diragukan karena kehadirannya sangat mempengaruhi penampilan tim.

Dia mencetak gol kemenangan Indonesia atas Singapura yang membuat peluang Indonesia untuk lolos ke babak semifinal menjadi terbuka lebar.

"Kebijakan umum klub DC United adalah tidak akan memberikan izin pemainnya untuk berlaga di timnas mereka masing-masing sebelum menjalani training camp selama setahun penuh," papar Erick.

Semua pemain klubnya, menurut Erick, wajib mengikuti semua program pemusatan latihan tanpa boleh dipinjamkan sekalipun kepada Timnas.

"Berat juga jika kami jadi merekrut Andik, apalagi dia masih dimiliki klub Persebaya IPL yang menolak melepas dia."

Andik memang sempat menjalani masa percobaan berlatih di klub profesional di AS. Tapi pada akhirnya tidak terjadi kesepakatan sehingga memaksa dia tetap tinggal dan bermain untuk klub yang bermarkas di Surabaya.

Erick sendiri berencana merekrut pemain muda dari Indonesia dan akan mendatangkan mereka pada Januari 2013.

"Kami memang berusaha untuk melakukan peningkatan kualitas individu pemain Indonesia karena hanya itu yang paling mungkin kami lakukan," kata Erick.

"Bila kami berusaha memperbaiki kualitas liga di Indonesia saya rasa bukan jiwa saya karena di situ terlalu banyak unsur politis. Jujur saya kurang 'sreg' saja dengan sistem itu."

Penulis:

Sumber:Antara