Ilustrasi Petani Buah Naga

Bengkulu - Buah naga kini populer di Bengkulu. Bahkan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, sejak dua tahun terakhir mulai mengembangkan tanaman buah ini sebagai tanaman alternatif selain kopi dan sayur mayur. Hal itu guna meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah itu. Soalnya, harga buah naga di Bengkulu cukup menjanjikan sekitar Rp 30.000 per kilogram.

Bupati Kepahiang, Bando Amin C Kader mengatakan, untuk menyukseskan budidaya tanaman buah pada tahun ini, pihaknya akan membagikan sebanyak 70.000 batang bibit tanaman tersebut secara cuma-cuma kepada petani setempat.

Bibit buah naga ini akan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani di Kecamatan Kepahiang, khususnya di Desa Air Punggur, Air Les dan Durian Depun. Dari hasil penelitian tiga desa ini sangat cocok untuk dijadilan lokasi pengembangan tanaman tersebut.

Untuk menyalurkan bantuan bibit tersebut, saat ini, Dinas Perkebunan setempat sedang menyeleksi kelompok tani yang akan diberikan bantuan bibit naga pada 2013. Hal ini dilakukan agar bibit buah naga tersebut benar-benar tetap sasaran dan ditanam masyarakat di lahannya.

”Jadi, bibit buah naga ini tidak asal kita berikan kepada petani, tapi petani yang akan diberikan bantuan bibit buah naga sudah melalui seleksi ketat dari Dinas Perkebunan Kabupaten Kepahiang, sehingga bibit tersebut benar-benar ditanam di lahan miliknya,” ujarnya.

Banda Amin mengatakan, bibit buah naga yang akan disalurkan kepada petani di tiga desa di Kecamatan Kepahiang sebanyak 70.000 batang itu, akan ditanam di lahan masyarakat seluas 30 hektare. Namun, dia tidak menjelaskan luas tanaman buah naga yang akan dikembangkan di masing-masing desa.

”Yang jelas, kita targetkan penanaman buah naga di tiga desa itu seluas 30 hektare. Program ini akan kita kembangkan pada tahun berikutnya di kecamatan lain di wilayah Kabupaten Kepahiang,” ujarnya.

Bibit Gratis
Bando mengatakan, menanam buah naga sangat menjanjikan dapat meningkatkan pendapatan petani karena harga buah ini sangat mahal mencapai Rp 30.000 per kilogram. Sebab, peminat buah ini di Bengkulu cukup tinggi, terutama dari kalangan masyarakat Tionghoa.

Apalagi menjelang Imlek dan Cap Go Meh, permintaan buah naga di Bengkulu cukup tinggi. Namun, karena produksi buah naga di Bengkulu masih terbatas, maka kebutuhan buah tersebut terpaksa dipasok dari luar daerah ini. Namun, ke depan kebutuhan daerah ini dapat diatasi dari hasil panen petani Kepahiang.
Bahkan, Bando Amin menargetkan lima tahun ke depan, produksi buah naga dari Kabupaten Kepahiang dapat di pasarkan ke berbagai daerah di Tanah Air. Sebab, lima tahun ke depan ratusan hektare tanaman buah naga milik petani sudah menghasilkan.

Dengan demikian, setiap kali panen dapat menghasilkan ratusan ton buah naga. Karena itu, Pemkab Kepahiang tidak hanya membantu petani memberikan bibit buah naga gratis, tapi juga mencarikan peluang pemasaranya ke berbagai kota di Tanah Air.

Sebab, jika tidak ada tempat pemasarannya, maka hasil panen petani tidak dapat dijual dengan baik. Meski terjual dengan harga murah, sehingga tidak dapat meningkatkan pendapatan para petani di daerah itu.

”Karena itu, sejak sekarang kita mulai merintis tempat pemasaran buah naga di berbagai daerah, sehingga begitu petani panen tidak kesulitan lagi menjualnya karena sudah ada tempat penampungannya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Kepahiang Ris Iranto. Ia mengatakan, meski budidaya buah naga di daerah ini baru dilaksanakan selama dua tahun, tapi Pemkab Kepahiang sudah mulai merintis tempat pemasaran hasil para petani setempat.

"Saya sangat optimistis jika program budidaya tanaman buah naga ini sukses, maka kehidupan petani Kabupaten Kepahiang akan makmur. Pasalnya selain produktivitas hasil panen tanaman cukup bagus mencapai dua sampai tiga ton per hektare juga harganya tinggi Rp 30.000/kg," ujarnya.

Jika dalam satu hektare menghasilkan tiga ton saja, maka penghasilan petani bisa mencapai Rp 90 juta. Pendapatan ini jika dikurangi biaya produksi sekitar Rp 15 juta, maka penghasilan petani bisa mencapai Rp 75 juta sekali panen.
"Jadi, budidaya tanaman buah naga di Kabupaten Kepahiang benar-benar menjanjikan pendapatan petani tinggi dibanding dengan mengembangkan tanaman kopi dan sayur-mayur yang dilakukan petani setempat selama ini," ujarnya.

Ditambahkan, peminat buah naga di Bengkulu cukup tinggi. Sebab, buah ini selain rasanya manis dan menyegarkan juga kegunaanya bagi kesehatan manusia, di antaranya dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah buah naga juga dipercaya mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium, dan karbohidrat. Buah naga mengandung serat yang tinggi sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan. Karena itu, buah ini peminatnya cukup tinggi.

Tanaman buah naga di Indonesia banyak dikembangkan di beberapa daerah di Pulau Jawa, di antaranya di Mojokerto, Jember, Malang, Pasuruan, Banyuwangi dan Ponorogo. Sedangkan di wilayah Sumatera tanaman ini dikembangkan di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, termasuk Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

"Jadi, peluang pemasaran buah naga di wilayah Sumatera cukup besar. Sebab, hanya ada dua daerah di Sumatera yang mengembangkan tanaman buah tersebut, yakni Kepri dan Bengkulu. Karena itu, kami sangat optimistis jika budidaya daya tanaman ini sukses, maka kesejahteraan petani di daerah ini akan makmur," ujarnya.

 

Suara Pembaruan

Penulis: Usmin

Sumber:Suara Pembaruan