Ilustrasi, Kelapa Sawit

Jakarta – Tiga anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) meraih sertifikat ISPO (Indonesia Sustainble Palm Oil) atau sertifikat pedoman perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Sertifikat tersebut diserahkan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono kepada Direktur Environment Social and Responsibility PT Astra Agro Lestari Joko Supriyono di Kantor Kementerian Pertanian, baru-baru ini.

Ketiga anak perusahaan AAL tersebut yakni PT Sari Aditya Loka (Jambi), PT Gunung Sejahtera Dua Indah (Kalimantan Tengah), dan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (Kalteng).

“Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesungguhan PT AAL melaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan perkebunan berkelanjutan yang ditetapkan oleh pemerintah sejalan dengan kebijakan pengelolaan perkebunan yang selama ini juga telah dilaksanakan oleh AAL. Seluruh perkebunan milik AAL saat ini sedang dalam proses menuju sertifikasi,” ujar Joko.

Joko menilai, penyerahan sertifikat ISPO tersebut merupakan bukti dukungan dan komitmen pemerintah terhadap industri kelapa sawit yang berkelanjutan di dalam negeri.

“Sertifikat ini juga merupakan bukti bahwa kelapa sawit merupakan industri yang berkelanjutan,” papar dia.

Dengan sertifikasi itu, kata dia, maka pasar harus melihat hal itu sebagai usaha yang positif dan sudah semestinya memberikan apresiasi terhadap industri kelapa sawit berkelanjutan.

ISPO merupakan sistem yang diberlakukan pemerintah Indonesia terhadap pengelolaan perkebunan untuk melaksanakan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Ditetapkan melalui peraturan Menteri Pertanian No 19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang pedoman perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia. Pelaksanaannya bersifat mandatori atau wajib.

Aspek yang dinilai dalam proses sertifikasi ISPO meliputi legalitas perseroan, praktek budidaya dan pengolahan kelapa sawit, lingkungan, ketenagakerjaan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Penilaian dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi independen yang ditetapkan pemerintah. Dalam pengelolaan perkebunannya PT AAL menerapkan standar manajemen lingkungan yang terintegrasi dalam Astra green company serta mengimplentasikan program tanggung jawab sosial dengan fokus pada sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu Mentan Suswono mengatakan, pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia bukan tanpa arah, melainkan sejak awal menganut cakrawala pandang jauh ke depan (visioner) dan taat azas pada semua ketentuan yang berlaku.

Sertifikat ISPO yang telah diterima merupakan audit dari kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Kepatuhan terhadap semua ketentuan terkait, termasuk di bidang pembangunan perkebunan merupakan kewajiban. Karenanya penerapan ISPO sama sekali berbeda dengan RSPO yang bersifat voluntary, namun ISPO merupakan kewajiban (mandatory) bagi seluruh pelaku usaha kegiatan pembangunan perkebunan di Indonesia,” kata Suswono.

Investor Daily

Penulis: INA/YUD

Sumber:Investor Daily