Menteri Pertanian Suswono (kiri) didampingi Kepala Balitbang Kementan Haryono (kanan) melakukan panen saat peninjauan persawahan di desa Citarik, Kab Karawang, Jawa Barat.

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (wamentan) Rusman Heriawan membenarkan bahwa pemerintah sedang menjajaki investasi Bulog yaitu produk-produk pertanian di dua negara, Myanmar dan Kamboja.

Kamboja sendiri kata Rusman masih memiliki lahan yang bagus khususnya untuk produk padi sementara untuk Myanmar bisa untuk perkebunan.

"Myanmar itu kan lagi membuka diri, ini kesempatan yang baik karena di sana itu bukan untouchable ya, artinya lahannya masih bagus ya karena belum banyak digarap untuk kepentingan ekonomi," kata Rusman di komplek kantor presiden, Jakarta, Kamis (14/3).

Dia mengatakan secara politis Indonesia sendiri sudah banyak berkompromi dengan Myanmar oleh karena itu, Myanmar diharapkan memberikan peluang ekonomi bagi Indonesia khususnya untuk investasi produk agrikultur seperti jagung, kedelai dan produk gula. Dalam dua tahun ini pemerintah sudah melakukan penjajakan ke negara-negara tersebut.

"Yang di Kamboja memang untuk beras tapi yang di Myanmar perkebunan bisa, pertanian pangan ya," kata dia lagi.

Dia menambahkan investasi Cina ke negara-negara itu memang jauh lebih cepat dibanding Indonesia namun pemerintah berharap dengan berbagai kompromi politil yang diberikan Indonesia maka baik Myanmar maupun Kamboja bisa memberikan sejenis hak istimewa untuk Indonesia.

"Tapi perlu diplomasi yang kuat supaya negara-negara tujuan investasi kita itu percaya," tutupnya.

Penulis: Ezra Sihite/FMB