Logo PT Perusahaan Pengelola Aset

Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dapat memiliki 70 persen saham PT Tuban Petrochemicals Industries apabila perusahaan tersebut gagal membayar hutang jatuh tempo senilai Rp 2,9 triliun sebelum 26 Maret 2013.

PPA menyatakan PT Tuban Petrochemical Industries telah gagal bayar hutang dari pembayaran Multi Years Bond seri VII (MYB VII) sebesar Rp 734 miliar kepada Kementerian keuangan melalui PPA.

Beberapa waktu yang lalu, Grup Tuban Petro telah mengajukan proposal restrukturisasi secara komprehensif atas hutang Tuban Petro dan hutang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) kepada kreditur Pemerintah (Pertamina, BPMIGAS dan PPA).

“Dengan diterbitkannya Notice of Default ini maka seluruh MYB yang berjumlah Rp 2,83 Triliun menjadi jatuh tempo seketika (due and payable) dan sebagai konsekuensi hukum PPA sebagai pemegang MYB berhak melakukan eksekusi jaminan dan penagihan kepada Honggo Wendratno (“HW”) sebagai pemberi jaminan pribadi,” ujar Renny Rorong, Corporate Secretary PPA.

Honggo adalah salah satu pendiri Tuban Petro.

Tuban Petro diberi waktu 180 hari sejak 27 September 2012 untuk melunasi hutangnya. Apabila gagal, maka 70 persen saham Tuban Petro akan menjadi milik PPA dan tidak berkewajiban menjual kembali saham tersebut kepada PT Silakencana Tirtalestari (PTST), selaku pemegang 70 persen saham Tuban Petro sebelum diambil alih PPA.

Lalu, 30 persen saham Tuban Petro yang saat ini dimiliki oleh PTST, dijaminkan kepada PPA. Hak suara, dividen, dan lainnya menjadi milik PPA.

PPA dapat mengarahkan Tuban Petro untuk menggadaikan atau menjual aset-asetnya demi melunasi pembayaran hutang.

Apabila penjualan aset tidak bisa menutupi hutang, maka PPA berhak mengeksekusi jaminan pribadi Honggo.

Adapun jaminan dimaksud utamanya adalah: (1) 80% saham PT Polytama Propindo, (2) 50% saham PT Petro Oxo Nusantara, (3) 59,5% saham TPPI, (4) 30% saham Tuban Petro milik PT Silakencana Tirtalestari, (5) Tagihan Tuban Petro kepada PT Tirtamas Majutama (Zero Coupon Bond), dan (6) 3rd Rank Fixed Asset TPPI.

Renny mengatakan setelah penerbitan Notice of Default, PPA akan segera melakukan langkah-langkah antara lain sebagai berikut:

“Berkoordinasi dengan kreditur Pemerintah yaitu Pertamina dan BPMIGAS untuk menyepakati dan mengambil langkah-langkah strategis kedepan.
Melaksanakan hak-hak yang dimiliki PPA terkait Notice of Default dalam rangka menjaga nilai jaminan,” ujarnya.

“Melakukan upaya-upaya yang dianggap perlu termasuk upaya hukum dalam rangka mengoptimalkan tingkat pengembalian Piutang Pemerintah,” pungkasnya.

 

Investor Daily

Penulis: /FMB

Sumber:Investor Daily