Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis tahun ini bisa melakukan ekspor garam konsumsi, meski besaran volumenya belum bisa ditetapkan. Untuk pertama kalinya setelah 40 tahun, Indonesia kembali mengalami surplus garam konsumsi pada 2012.

Menteri KP Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan, pada 2012 produksi garam konsumsi mencapai 2,02 juta ton, sedangkan kebutuhan hanya 1,5 juta ton. Artinya, ada surplus garam konsumsi hingga 700 ribu ton. Itu terjadi setelah KKP menggalakkan program garam untuk rakyat (PUGAR) guna meningkatkan produktivitas lahan garam.

"Tahun lalu garam konsumsi kita surplus, setelah 40 tahun kita sempat mengimpor garam konsumsi. Tahun ini, kita sudah pastikan impor garam konsumsi disetop, bahkan kita mau ekspor," kata Cicip saat berkunjung ke kantor redaksi BeritaSatu, Rabu (10/4).

Pada 2011, produksi garam konsumsi hanya 800 ribu ton. Namun pada 2012 melonjak menjadi 2,02 juta ton. Pada tahun ini, produksi garam konsumsi dipatok 2,85 juta ton dan pada 2014 dipatok 3,03 juta ton.

Melalui PUGAR, produktivitas lahan garam yang tadinya hanya 80 ton per hektare (ha) naik jadi 130 ribu per ha.

Menteri KP mengungkapkan, jika garam konsumsi sudah swasembada bahkan akan dieskpor, lain halnya untuk garam industri yang sepenuhnya masih impor.

Untuk mengurangi impor garam industri, KKP akan menaikkan kadar NaCl pada garam konsumsi sehingga bisa digunakan untuk industri. Impor garam industri mencapai 1,8 juta ton per tahun.

Investor Daily

Penulis: ARI/YUD

Sumber:Investor Daily