Ilustrasi BBM.

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengantisipasi dampak rencana pemerintah pusat mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya meminta Transjakarta menyediakan tiket sekali bayar yang bisa mengakses seluruh koridor di Jakarta.

"Kami minta Transjakarta untuk pikirkan soal motor. Pasti jumlah pengendara motor akan membludak di Jakarta. Jadi kami sedang siapkan tiket terusan yang murah. Sekali bayar bisa naik bus transjakarta se-DKI Jakarta," kata Basuki di Jakarta, Senin (22/04).

Basuki menjelaskan, persiapan lain yang dilakukan pemprov yakni menyediakan lahan yang akan menampung pedagang kaki lima serta menjadikan lahan itu sebagai tempat parkiran sepeda motor. Dengan tersedia fasilitas parkiran, diharapkan dapat menekan jumlah pengendara roda dua dan beralih ke Transjakarta.

Lebih lanjut, Basuki mengungkapkan jumlah armada Transjakarta tahun ini ditambah menjadi 694 unit guna mengakomodir meningkatnya jumlah pengguna moda transportasi massal tersebut. "Kami harus tambah bus yang banyak. Kalau bus tidak nyaman, kan paling enak dan paling nyaman naik sepeda motor," ujarnya.

Untuk mengurangi beban subsidi BBM, pemerintah pusat akan mengeluarkan kebijakan dua harga BBM subsidi.

Kepada pengguna sepeda motor dan angkutan umum masih membeli BBM subsidi dengan harga Rp 4.500 per liter. Sedangkan pengguna mobil pribadi akan membeli BBM subsidi dengan harga Rp 6.500 per liter.

Penulis: Rangga Prakoso/WBP