Ilustrasi Airport

Cengkareng - PT Angkasa Pura II (AP II), operator bandara di Indonesia bagian Barat, berencana menaikkan tarif Passenger Service Charge (PSC) atau boarding pass pada empat bandara kelolaannya pada tahun ini.

Direktur Utama AP II Tri S Sunoko mengatakan empat bandara tersebut sudah layak menaikkan tarif PSC menyusul peningkatan fasilitas, kapasitas dan sejumlah pelayanan.

"Wajar dong kalau kita menaikkan tarif. Seperti bandaranya sudah baru, fasilitas dan kapasitas baru. AP II sudah investasi besar-besaran untuk ini," tuturnya usai Apel Siaga persiapan mudik di Terminal 2D bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (1/8).

Adapun bandara yang rencananya akan menaikkan PSC yakni Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dari Rp 35.000 menjadi Rp 50.000, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang dari Rp 25.000 menjadi Rp 40.000, Bandara Kualanamu Deli Serdang dari Rp 35.000 menjadi Rp 100 ribu, dan bandara Depati Amir Pangkalpinang Rp 25.000 menjadi Rp 40.000.

Dengan dinaikkannya tarif tersebut, tegas Tri, otomatis terjadi peningkatan biaya perawatan (maintenance) dibandingkan kondisi sekarang. "Apalagi kita juga tidak ada subsidi dari pemerintah untuk perawatan bandara-bandara kami, semua murni dana internal kami," ucapnya.

Berdasarkan aturan, setiap dua tahun PSC harus ditinjau kembali. Tri mengibaratkan, ada uang, ada barang alias pelayanan bagus tarif pun harus bagus. "PSC harus disesuaikan dengan fasilitas di bandara," tegasnya.

Tri mengatakan, AP II sudah mengajukan surat kepada Kementerian Perhubungan pada bulan lalu. Saat ini, pengajuan tarif tersebut masih dikaji pihak terkait, termasuk Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Corporate Secretary AP II Wasfan Widodo menambahkan, fasilitas dan infrastruktur Bandara Pangkalpinang Pekanbaru dan Kualanamu, Medan sudah bagus. "Karena untuk maintenance AP II butuh dana besar," ucapnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Herry Bakti Singayuda Gumay menuturkan tinggi rendahnya tarif PSC sangat tergantung dengan infrastruktur. "Dari sana akan dilihat, komponen cost PSC apa saja, kita akan lihat. Dari service, security, dan sebagainya itu semua dihitung, dia investasi, akan kita cek apakah sesuai dengan usulannya, kita bikin penilaian," terangnya.

Herry mengatakan, sejumlah pihak ada yang mengatakan tarif PSC Rp 100 ribu terlalu tinggi. Namun pihak lain menyatakan terlalu rendah. Usulan tersebut menurut Herry, boleh-boleh saja, namun Kemhub akan melakukan evaluasi. "Sesuai gak sesuai, semua ada perhitungan dan nanti akan lihat. Yang tidak sesuai akan kita tolak," ucap Herry.

Sedangkan, untuk Bandara Kualanamu belum diputuskan besaran PSC-nya. Diperkirakan September baru akan diputuskan. Adapun untuk waktu kenaikkannya, kemungkinan setelah lebaran.

Investor Daily

Penulis: KEY/WBP

Sumber:Investor Daily